suplemenGKI.com

Keluaran 32:7-14

 

Dosa Akibat Ketidak Sabaran

 

Pengantar
“Berapa lama lagi aku harus berdoa dan berharap?” Mengapa hingga kini aku belum juga mendapat jawaban dari Tuhan?. Bukankah pertanyaan-pertanyaan seperti ini kerap mengganggu pemikiran anak-anak Tuhan. Ada yang merasa menanti seminggu seperti sebulan lamanya, sebulan seperti setahun, dan setahun seperti seabad. Sekalipun seorang anak Tuhan baru saja mengalami mujizat Tuhan, namun ketika Tuhan memberi kesempatan baginya untuk belajar semakin beriman dengan menanti pertolonganNya, ia bisa saja menjadi tak sabar dan memilih jalannya sendiri.

Hal serupa dialami oleh Bangsa Israel. Mereka baru saja mengalami mujizat Tuhan, yang secara luar biasa telah menyeberangkan mereka melintasi Laut Teberau (Keluaran 14:21-22) dan menyelamatkan mereka dari kejaran orang Mesir (Keluaran 14:23, 26). Setelah itu Tuhan rupanya mau memproses mereka dari bangsa budak menjadi bangsa besar. Tuhanpun berkenan membuat perjanjian dengan bangsa pilihanNya ini. Diperkenalkannya pula berbagai hukum dan aturan. Untuk itu dipanggilNya Musa untuk naik ke atas gunung guna menghadap kepadaNya. Musapun naik ke atas gunung dan tinggal di sana empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya (Keluaran 24:12-18). Masa penantian selama itu rupanya telah cukup bagi bangsa ini untuk menjadi resah, tak sabar, dan akhirnya meninggalkan Tuhan dan memilih menyembah ilah lain (Keluaran 32:1-6).  

Pemahaman
Ayat 7                   : Apa yang Tuhan beritahukan kepada Musa ketika Ia memerintahkan Musa untuk turun dari gunung?

Ayat 8-10             : Apa dosa besar yang telah diperbuat bangsa ini menurut penilaian Tuhan? Menurut Sdr. mengapa Tuhan Allah menjadi sangat murka? Apa pula sanksi hukuman yang akan dikenakan pada bangsa ini? 

Untuk memahami mengapa Tuhan sangat murka, bacalah Keluaran 20:1-5. Bukankah di tempat yang sama Tuhan telah berfirman tentang siapa Dia dan apa yang telah dilakukanNya untuk bangsa ini. Bahkan secara eksplisit, Allah juga telah berfirman: “Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu” (Keluaran 20:3). Bahkan mereka juga telah dilarang untuk membuat patung dan menyembah kepadaNya (Keluaran 20:4-5). Dengan memberikan perintah ini, Tuhan Allah ingin agar anak-anakNya memiliki relasi yang eksklusif dengan diriNya, sebuah hubungan antara Bapa dan anak-anakNya yang tak ada duanya. 

Refleksi
Bagaimana rasanya hati seorang ayah atau ibu yang mengetahui bahwa anak-anaknya ternyata lebih percaya kepada orang lain dan bahkan memilih menyerahkan diri dan masa depan mereka kepada pribadi yang jelas-jelas tak akan mampu menolong mereka, bahkan justru akan menjerumuskan mereka?

Tekadku
Belajar bersabar dan berharap hanya kepadaNya. Belajar untuk semakin percaya bahwa dalam masa-masa menantikan jawaban dari Tuhan, besar kemungkinan Tuhan sedang memroses pertumbuhan iman anakNya. 

Tindakanku
Tidak tergoda untuk berbuat dosa dengan mencari pertolongan dari kuasa-kuasa lain di luar Tuhan, sekalipun aku harus dengan penuh kesabaran mengalami masa penantian yang bisa terasa lama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*