suplemenGKI.com

Yesaya 25:1, 4-5

RENCANA ALLAH BAGI KITA

PENGANTAR
Nyanyian puji-pujian nabi Yesaya ini dapat diterapkan baik untuk zaman di mana dia hidup maupun untuk waktu yang akan datang (yaitu sebagai nubuatan mengenai akhir zaman). Di antara dua masa itu memang ada hubungan yang sangat erat. Allah telah berkarya di masa lampau, dan masih berkarya di masa kini, dan akan terus berkarya di masa yang akan datang, hingga mencapai puncaknya di akhir zaman. Tindakan Allah di akhir zaman tidak bisa dipisahkan dari apa yang dilakukan-Nya di dalam sejarah manusia dari hari ke hari. Jika kita mampu memahami karya-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari, maka kita juga akan lebih siap menghadapi akhir zaman.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1.  Apa alasan Yesaya memuji dan memuliakan Tuhan?
  • Ay. 4-5. Dalam bentuk apakah kesetiaan Tuhan itu dinyatakan kepada mereka? Dalam bentuk apakah kesetiaan Tuhan itu dinyatakan dalam kehidupan Anda?

Fokus puji-pujian Yesaya bukan hanya pada tindakan Allah melainkan juga pada kesetiaan-Nya. Semua tindakan Allah mengungkapkan sifat-sifat-Nya, dan itu seharusnya membuat kita semakin mengenal Dia. Dengan demikian, kita memiliki hubungan yang semakin akrab dengan-Nya (perhatikanlah ungkapan Yesaya: “Ya Tuhan, Engkaulah Allahku” (ay. 1a) . Kesetiaan Allah itu diwujudkan dengan melaksanakan rencana-Nya yang “ajaib” terhadap umat-Nya. Kata ajaib di sini berarti melampaui pikiran dan karya manusia.

Kesetiaan Allah juga secara nyata dialami oleh umat-Nya pada waktu mereka berada dalam masa-masa yang sukar (ay. 4-5). Di bagian ini, ada dua istilah yang  digunakan untuk menggambarkan ketidakberdayaan mereka: lemah dan miskin. Namun, di bagian ini, Yesaya menggunakan tiga kata untuk menggambarkan tindakan Allah bagi umat-Nya: pengungsian, perlindungan, dan naungan. Di dalam ketidakberdayaan mereka, Allah menjaga mereka dengan sempurna.

Kesetiaan Allah tentu juga dinyatakan kepada kita dengan berbagai cara dan wujudnya. Dalam hal ini, kita perlu belajar melihat bahwa setiap tindakan Allah tidak pernah terpisah dari rencana-Nya yang agung bagi umat-Nya. Dengan demikian, kita dapat mengungkapkan rasa syukur kita secara utuh. Kita bukan hanya bersyukur atas apa yang kita terima dan alami, tapi juga atas terlaksananya rencana Allah dalam kehidupan kita.

REFLEKSI
Allah memanggil Anda untuk menjadi bagian dari rencana-Nya yang ajaib. Bersediakah Anda?

TEKADKU
Ya Tuhan, ajarlah dan bimbinglah aku meninggalkan cara berpikirku yang terlalu sempit, agar aku mampu melihat rencana-Mu yang agung dalam hidupku.

TINDAKANKU
Aku akan menuliskan minimal lima hal yang pernah aku alami bersama Tuhan, yang merupakan bentuk kesetiaan Tuhan dalam hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«