suplemenGKI.com

BATU PENGINGAT

Yosua 24:25-31

 

Pengantar
Ada banyak cara yang memudahkan kita untuk mengingat hal-hal yang harus kita lakukan pada hari ini, besok, atau beberapa bulan ke depan. Ada yang terbiasa menggunakan catatan pada agenda. Ada juga yang biasa menempelkan secarik kertas pada meja kerja atau tempat yang sering dilihat. Hal itu merupakan usaha yang kita lakukan sebagai bentuk komitmen kita dalam bekerja, belajar, atau aktivitas lainnya. Hari ini kita akan melihat cara Yosua dan bangsa Israel dalam mengingat setiap kebaikan Tuhan.

Pemahaman

  • • Ayat 25-28           : Apa isi janji yang diikat oleh Yosua dari bangsa Israel?
  • • Ayat 29-31           : Bagaimana janji itu diwujudkan oleh bangsa Israel?

Yosua adalah pemimpin bangsa Israel yang melanjutkan perjalanan bangsanya menuju Tanah Perjanjian. Ada banyak pengalaman perjalanan yang ia alami dan ia selalu percaya bahwa Tuhan menyertai dan menolongnya. Hal ini diungkapkan oleh Yosua kepada bangsanya pada keseluruhan pasal 24. Kisah ini dimulai ketika Yosua mengumpulkan semua suku orang Israel di Sikhem dan menyampaikan Firman Tuhan tentang semua kebaikan Tuhan yang pernah terjadi bagi bangsa itu melalui berbagai cara. Firman yang disampaikan oleh Yosua direspons oleh bangsa Israel dengan menyerukan sebuah tekad bahwa mereka akan seterusnya menyembah kepada Tuhan dan tidak berpaling dari-Nya.

Janji untuk selalu berpegang kepada Tuhan, beribadah kepada-Nya, dan tidak berpaling dari-Nya menjadi janji yang diikat oleh Yosua bersama dengan seluruh bangsa itu. Mulai saat itu, bangsa Israel menjalankan janji mereka untuk selalu beribadah kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, sebab pertolongan Tuhan yang pernah mereka rasakan dalam berbagai pengalaman perjalanan telah menjadi bukti Tuhan mengasihi dan menyertai mereka. Yosua menuliskan di dalam kitab hukum Allah dan mengambil batu besar (ayat 26) sebagai pengingat bagi bangsa Israel bahwa mereka telah berjanji dan harus setia menjalani janji tersebut.

Dalam beberapa kisah di Alkitab sebelumnya kita mengenal bangsa Israel yang mudah sekali goyah dalam komitmennya, namun ikatan perjanjian ini terus dilakukan oleh bangsa Israel bahkan ketika Yosua sudah mati. Orang Israel terus beribadah di sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari Yosua (ayat 31). Mereka terus mengenang kebaikan-kebaikan Tuhan yang pernah terjadi di dalam kehidupan mereka. Hal itulah yang terus menguatkan bangsa Israel dan mampu membuat mereka semakin rajin dan setia beribadah pada Tuhan.

Refleksi
Di masa pandemi, kita beribadah dengan cara yang berbeda dari biasanya. Kita bukan sekadar membutuhkan waktu untuk beribadah, tetapi juga membutuhkan niat dan kemandirian yang besar dalam menjalankan ibadah itu. Ketika kita masih harus beribadah di rumah, maka tantangan untuk selalu mengarahkan hati kepada Tuhan terkadang menjadi tantangan yang besar. Belajar dari kisah Yosua dan bangsa Israel, kita menjadikan hari ini sebagai “batu pengingat” bagi kita untuk dapat disegarkan kembali dalam komitmen beribadah kepada-Nya. Ibadah yang kita lakukan pada hari Minggu tidak lagi kita lakukan hanya sekadar rutinitas, tetapi menjadi bukti nyata kerinduan kita kepada-Nya, sehingga kita pun akan semakin sungguh-sungguh beribadah. Ibadah kita setiap hari, baik melalui renungan atau puji-pujian kepada Tuhan juga perlu kita tingkatkan kualitasnya agar kita semakin mampu mengingat dan merasakan setiap kebaikan Tuhan yang hadir di dalam kehidupan kita. 

Tekadku
Tuhan, ajarilah saya untuk semakin sungguh-sungguh beribadah karena saya rindu merasakan kebaikan Tuhan di dalam kehidupan saya sehari-hari.

Tindakanku
Saya akan semakin sungguh-sungguh menyiapkan waktu untuk beribadah, juga menyiapkan diri untuk beribadah kepada Tuhan, baik ibadah yang dilakukan pada hari Minggu, atau ibadah yang saya lakukan di hari-hari lain melalui renungan atau puji-pujian agar saya semakin dapat merasakan kebaikan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*