suplemenGKI.com

1 Samuel 1:1-8

MEMAHAMI PERASAAN ORANG LAIN

PENGANTAR
Memahami perasaan orang lain sungguh tidak mudah. Kebanyakan dari kita kurang terlatih berurusan dengan perasaan, terutama perasaan-perasaan negatif. Ketika melihat seseorang yang sedang sedih dan menangis, kita berkata “jangan bersedih” atau “jangan menangis.” Kita tidak peduli bahwa situasi yang sedang dihadapinya memang pantas membuatnya sedih menangis. Namun, kita ingin segera menghentikan kesedihannya karena kita merasa tidak nyaman melihat seseorang menangis di hadapan kita. Sewaktu masih anak-anak, kita pun sering dipaksa menghentikan tangisan kita oleh orang-orang di sekitar kita, termasuk orang-orang yang seharusnya memberi tempat untuk kesedihan kita. Ketika bertumbuh dewasa, kebanyakan kita tidak tahu bagaimana mengekspresikan kesedihan kita.

PEMAHAMAN

Ay. 1-6  Hal apa sajakah yang menyebabkan Hana bersedih?

Ay. 7     Perhatikanlah bagaimana Hana mengekspresikan kesedihannya. Jika Anda berada dalam posisi Hana, seberapa besarkah kesedihan Anda? Sebutkanlah dengan angka antara 1 sampai 10.

Ay. 8    a) Perhatikanlah apa yang dikatakan Elkana, suami Hana. Jika Anda berada dalam posisi Hana, apakah kata-kata seperti ini dapat menolong Anda yang sedang bersedih? Mengapa?

b) Jika Anda berada dalam posisi Hana, perkataan apakah yang Anda harapkan dari suami Anda atau seseorang yang paling dekat dengan Anda?

Salah satu hal yang menyebabkan kesedihan Hana, tentu saja adalah kondisinya yang tidak mempunyai anak (ay. 2). Namun, kesedihan Hana menjadi berlipat ganda oleh sikap Penina, madunya. Peninaselalu menyakiti hati Hana dan membuatnya marah (ay. 6).Kita bisa membayangkan betapa sedihnya Hana. Menangis dan tidak mau makan adalah ekspresi yang wajar bila seseorang merasa sangat sedih (ay. 7). Namun, ungkapan kesedihan Hana itu ternyata tidak dapat dipahami dan diterima oleh Elkana, suaminya (ay. 8). Elkana justru mempertanyakan alasan kesedihan Hana. Menurut Elkana, Hana tidak seharusnya bersedih karena keberadaannya sebagai seorang suami lebih berharga daripada sepuluh anak laki-laki. Bagi Elkana memang begitu, namun tidaklah demikian bagi Hana. Jika Elkana mau berusaha menempatkan dirinya dalam posisi Hana, mungkin ia lebih dapat memahami perasaan Hana dan dapat mengeluarkan kata-kata yang lebih tepat untuk menghibur dan menguatkannya.

REFLEKSI
Untuk melayani orang lain yang sedang bersedih kita perlu menempatkan diri kita di dalam posisinya,  berusaha memahami perasaannya, dan bukan mempertanyakan alasan kesedihannya.

TEKADKU
Tuhan, berikanlahkepadakuhati yang peka untuk memahami perasaan orang lain agar aku dapat melayani mereka dengan lebih baik dan lebih bijaksana.

TINDAKANKU
Aku akan menyediakan waktuku dan memberikan telingaku untuk mendengarkan keluh-kesah dari orang-orang di sekitarku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*