suplemenGKI.com

Senin, 9 Mei 2016

08/05/2016

Turunnya Roh Kudus: Janji Yang Digenapi

Kisah Para Rasul 2:1-12

 

Pengantar

Seorang murid TK sedang duduk resah menanti jemputan ayahnya di halaman sekolah. Walau guru-guru masih ada di sekolah, namun ketika satu per satu temannya telah meninggalkan halaman sekolah, ia merasa seakan ditinggalkan sendirian. Walau hati anak ini merasa gundah, namun ia masih sangat yakin karena pagi tadi ketika mengantarnya ke sekolah, ayahnya telah berjanji untuk menjemputnya kembali usai sekolah. Pernahkah kita mengalami hal yang serupa dengan itu? Semua teman dan handai taulan seakan ditelan bumi dan kita merasa ditinggal seorang diri menghadapi masalah yang sangat berat. Saat itulah arti sebuah janji menjadi sangat berarti. Janji Tuhan untuk menyertai kita kapanpun, di manapun, dan dalam kondisi apapun.

Menjelang kenaikannya ke surga, Tuhan Yesus berkata kepada para muridNya: “Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (Lukas 24:29). Janji itu ditegaskan ulang sebagaimana tercatat dalam Kisah Para Rasul 1:9 dan kemudian digenapi pada Hari Raya Pentakosta, tepat pada hari ke-50 terhitung sejak hari KebangkitanNya.

Pemahaman

Ayat 1-3: Peristiwa apakah yang terjadi pada hari ke-50 terhitung mulai dari hari Tuhan Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati?

Ayat 4: Tanda apa yang menyertai para murid Tuhan saat mengalami kepenuhan Roh Kudus pada saat itu?

Ayat 5-11: Apa tanggapan kerumunan orang banyak dari berbagai bangsa yang ada di situ saat mereka menyaksikan peristiwa tersebut?

Ayat 12: Apakah mereka memahami makna peristiwa itu?

Tepat pada hari ke-50 terhitung mulai Hari Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus telah terjadi peristiwa turunnya Roh Kudus, yang ditandai oleh suatu bunyi seperti tiupan angin keras dan tebaran lidah-lidah seperti nyala api. Bandingkan peristiwa ini dengan peristiwa yang dialami Bangsa Israel saat menerima Sepuluh Perintah Allah, tepat 50 hari terhitung mulai hari mereka dipimpin keluar dari Mesir (Keluaran 19 dan 20). Pada Hari Pentakosta, para murid Tuhan dimampukan berkata-kata dalam berbagai bahasa yang dipahami orang berbagai bangsa. Mereka yang mendengar dalam bahasa asal mereka tercengang-cengang namun tidak memahami apa artinya.

Refleksi

Betapa aku harus bersyukur janji akan anugerah Roh Kudus itu telah digenapi.

Tekad

Mencari makna Pentakosta bagiku secara pribadi sehingga aku juga bisa diperlengkapi untuk melaksanakan kehendakNya.

Tindakan

Mempelajari FirmanNya dengan pimpinan Roh Kudus secara lebih sungguh-sungguh. Bukankah kini telah tersedia Alkitab dalam berbagai bahasa yang bisa kupahami?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«