suplemenGKI.com

Senin, 9 Maret 2020

08/03/2020

MENGARAHKAN PANDANGAN

Ibrani 3:1-6

 

Pengantar
Dalam berkendara, ada banyak bahaya mengintai jika kita tidak mengarahkan pandangan kita ke depan. Kita perlu berfokus serta berkonsentrasi agar dapat sampai di tujuan dengan tepat. Itulah contoh tentang pentingnya mengarahkan pandangan kita kepada sesuatu yang tepat agar kita dapat meraih tujuan dengan mudah. Pada hari ini kita diajak untuk mengarahkan pandangan kepada Tuhan Yesus Kristus di dalam setiap aspek kehidupan kita.

Pemahaman

  • Ayat 1-3   : Apakah tugas panggilan bagi orang-orang kudus?
  • Ayat 4-6   : Apa hasilnya jika mereka berhasil menjalani panggilan tersebut?

Surat ini ditulis kepada sesama orang percaya yang disebut oleh penulis sebagai orang-orang kudus. Mereka adalah orang-orang Ibrani yang sedang belajar tentang prinsip keselamatan yang diberikan oleh Yesus Kristus. Mereka diingatkan tentang cara memandang yang tepat dalam beriman. Penulis kitab ini ingin menyampaikan kepada para pembaca bahwa dalam iman kita berfokus kepada Yesus Kristus, yang adalah Rasul dan Imam Besar bagi semua orang percaya. Layaknya seorang imam, maka Yesus adalah teladan dalam segala sifat dan perbuatan. Bagi orang-orang Ibrani, Musa adalah seorang nabi besar yang menjadi teladan di sepanjang kehidupan. Tidak jarang mereka salah memfokuskan iman mereka bukan kepada Yesus Kristus, tetapi mereka lebih percaya pada kesaksian nabi-nabi pendahulu dalam Perjanjian Lama. Surat Ibrani menuliskan ini bukan sebagai pembanding, tetapi sebagai pemberi arahan yang tepat kepada siapakah kita seharusnya mengarahkan iman kita. Surat Ibrani memperkuat pemahaman itu dengan menyampaikan bahwa Yesus Kristus adalah Sang Anak dari kepala rumah-Nya, yaitu Allah Bapa. Di saat yang sama, mereka juga mengalami goncangan iman. Mereka mendapat tawaran dan ajaran dari berbagai macam kepercayaan yang merebak di masa itu. Merasa tidak sepenuhnya yakin kepada Kristus yang mereka imani. Surat Ibrani mengajak setiap pembacanya semakin teguh memegang Kristus sebagai pengharapan yang tumbuh setiap hari.

Membangun iman sama seperti membangun rumah. Kita perlu mengenal siapa yang membangun “rumah” tersebut. Pembaca saat itu sering memahami bahwa Musa adalah tokoh yang membangun iman mereka. Namun, setelah kesaksian dan pelayanan Yesus di dunia, maka setiap orang percaya tidak lagi berfokus pada Musa, tetapi berfokus pada Sang Kepala Rumah, yaitu Yesus Kristus. Bacaan kita pada hari ini menggambarkan bahwa Yesus adalah Anak yang mengepalai rumah-Nya. Kita diajak untuk mengingat bahwa Yesus adalah anak yang diutus Allah untuk menjadi Juruselamat bagi dunia. Kita mengingat setiap karya pelayanan Yesus, pengorbanan, penderitaan, serta kebangkitan-Nya. Tidak ada hal lain yang dapat membuat iman semakin lemah. Karena pelayanan dan pengorbanan Yesus, kita dimampukan untuk semakin kuat dan teguh beriman. Kita semakin berfokus pada Kristus, sehingga iman bertumbuh dan semakin kuat serta nampak dalam kehidupan sehari-hari. Gambaran ini memberi penjelasan sekaligus pengharapan bagi banyak orang bahwa Yesus adalah pusat dari kehidupan beriman setiap orang percaya. Oleh karenanya kita dipanggil  mengarahkan fokus hidup kita kepada Tuhan. Mengarahkan pandangan kepada Tuhan adalah hal yang penting untuk kita lakukan sebab melalui itulah kita semakin dapat merasakan kehadiran Tuhan dan merasakan bahwa hidup kita dibangun oleh-Nya.

Refleksi
Dalam keheningan, marilah bertanya pada diri sendiri: adakah pergumulan atau kebiasaan yang bisa menghalangi atau mengubah arah pandang kita sehingga tidak lagi fokus kepada Tuhan? Seberapa sering kita mengesampingkan Tuhan dalam hidup ini?

Tekadku
Tuhan, bantulah aku untuk fokus mengarahkan pandangan kepada-Mu dalam setiap hal yang kulakukan di kehidupanku sehingga aku bisa menghidupi masa Pra Paskah dengan tepat.

Tindakanku

  • Aku mendoakan semua aktivitasku selama satu minggu ke depan supaya semua hal yang kulakukan membuat imanku semakin mengarah kepada Tuhan.
  • Aku mau tekun berpuasa dan berdoa agar semakin terlatih mengarahkan pandangan kepada TUHAN.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«