suplemenGKI.com

Senin, 9 Juli 2018

08/07/2018

Amos 7:7-9

 

“Tidak Ada Maaf Bagimu”

 

Pengantar:
“Tidak ada maaf bagimu” Itulah sebuah kalimat yang biasa diucapkan oleh seseorang kepada orang atau pihak yang telah berulangkali mengecewakan atau mengkhianatinya. Kalimat tersebut seakan menjadi sebuah keputusan final yang tidak mungkin diubah lagi, apapun alasannya. Mungkin karena sudah habis kesabaran setelah orang tersebut diberi kesempatan atau dimaafkan tetapi ternyata yang bersangkutan terus mengulangi kesalahan yang sama sehingga baginya sudah tidak ada lagi kesempatan ke dua atau ketiga dan seterusnya. Dalam bacaan kita hari ini, Tuhan berfirman “…Aku tidak akan memaafkannya lagi” (v. 8) Mari kita telusuri kepada siapa dan mengapa Tuhan sampai berfirman demikian!

Pemahaman:

1)      Siapakah Amos, sehingga Tuhan menunjukkan penglihatan kepadanya? (Amos 1:1)

2)      Bagaimanakah situasi bangsa Israel sehingga Tuhan akan menghukum mereka? (Psl.2-6)

3)      Seperti apakah bangsa Israel di pemandangan Tuhan? (v. 8)

Amos adalah seorang peternak domba dari Tekoa (1:1) Amos bukanlah seorang yang berasal dari keturunan nabi, melainkan hanya seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Mungkin Tuhan memanggil dan mengutusnya untuk bernubuat bagi bangsa Israel, ketika ia sedang beraktivitas sesuai pekerjaannya (7:14-15) Ternyata Tuhan dapat memanggil siapa pun, dalam kondisi apa pun untuk menjadi hamba-Nya demi memberitakan kebenaran-Nya.

Ketika itu Israel dipimpin oleh Yerobeam anak Yoas (1:1) Sebenarnya Israel saat itu mengalami banyak kemajuan: Di bidang politik dan militer mengalami kejayaan dalam perluasan kekuasaan (2 Raja 14:25) Di bidang ekonomi mengalami kemakmuran dan di bidang kerohanian terdapat banyak tempat-tempat ibadah. Namun di saat yang sama Israel hidup dalam kebengkokkan yang luar biasa. Terdapat kesenjangan sosial ekonomi sangat tajam (3:15; 6:4-6) Terjadi eksploitasi orang-orang miskin dan kecurangan dalam perdagangan (2:6-7; 4:1; 5:11; 8:4-6) Kehancuran pernikahan dan kebejatan moral (2:7)

Bagi Allah bangsa Israel adalah seperti tembok yang bengkok, tidak lurus dan tidak tegak ketika diukur dengan tali sifat. Artinya penuh dengan kejahatan, kekejaman, kemunafikan, kerusakan moral dan segala hal yang tidak menyenangkan hati Tuhan. Tuhan sudah memberikan kesempatan berkali-kali bagi Israel untuk bertobat, namun mereka tetap melanggar perintah Tuhan dan hidup tidak berkenan kepada Tuhan, maka Tuhan akan menghukum mereka dan tidak memberi kesempatan lagi bagi mereka (v. 9)

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Apakah kehidupan: pekerjaan, usaha, bisnis kita seiring sejalan dengan kehidupan kerohanian kita? ataukah tidak ada korelasinya samasekali?

Tekad:
Ya Tuhan, jika selama ini kehidupan duniawi saya tidak seiring sejalan dengan kehidupan kerohanian saya, ampuni saya ya Tuhan.

Tindakkan:
Saya mau belajar menyelaraskan kehidupan duniawi saya dengan kehidupan kerohanian saya, agar nama Tuhan dimuliakan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«