suplemenGKI.com

Yesaya 49:1-7

HAMBA YANG SEJATI

PENGANTAR

Dalam Yesaya 1-48, melalui nabi Yesaya, Tuhan mendorong umat-Nya, agar mereka percaya sepenuhnya bahwa mereka tidak akan selama-lamanya berada dalam pembuangan. Mereka akan kembali tanah perjanjian dan akan kembali menjadi umat-Nya. Setelah mendengar nubuatan nabi Yesaya itu, tentu akan muncul pertanyaan di antara mereka: “Baiklah, kami percaya bahwa kami akan dipulangkan dari Babel dengan pertolongan Cyrus, raja Babel. Tetapi siapakah yang akan menolong kami kembali kepada Tuhan?”  Dalam konteks inilah Yesaya bernubuat tentang kedatangan seorang Mesias, Hamba-Nya yang taat, yang akan mengembalikan Israel kepada-Nya (lihat Yes. 49:5).

PEMAHAMAN

Ay. 1-3    Sebutkan dua hal yang telah dilakukan Tuhan terhadap Hamba-Nya sebelum Ia diutus untuk mengerjakan misi-Nya. Menurut Anda, apa artinya bagi tugas yang akan dilakukan sang Hamba?

Ay. 4        Apa yang dialami oleh sang Hamba ketika Ia mengerjakan misi-Nya? (bandingkan dengan ayat 7; lihat juga Yoh. 1:11). Bagaimana sikap sang Hamba menghadapi situasi tersebut?

Ay. 5-6    Sebagai buah dari iman dan kesetiaan-Nya, apa yang diperoleh sang Hamba dari Tuhan yang memilih dan mengutus-Nya?

Kepada sang Hamba yang akan diutus-Nya, Tuhan melakukan dua hal penting: memanggil dan memperlengkapi. Tuhan telah memanggil Hamba-Nya sejak dari dalam kandungan. Artinya, Tuhan telah merencanakan dengan baik seluruh karya pemulihan bagi umat-Nya. Selain itu, Tuhan juga telah memperlengkapi sang Hamba dengan kemampuan untuk berkata-kata sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya dan kehendak-Nya (ay. 2).

Apakah dengan semua itu maka pelayanan sang Hamba akan berjalan dengan serba lancar? Tidak! Ia pun mengalami penolakan dari orang-orang yang dilayani-Nya (ay. 4, 7; Yoh. 1:11). Jerih payah dan tenaga yang dikeluarkan-Nya seakan-akan habis dengan sia-sia. Namun, sang Hamba percaya bahwa apa yang dilakukan-Nya tetap dihargai dan diterima oleh Tuhan yang mengutus-Nya. Karena itu, Tuhan justru memperluas jangkauan misi-Nya. Tuhan memakai sang Hamba untuk menjadi terang bagi semua bangsa.

REFLEKSI

Seorang hamba yang sejati yakin bahwa ia dipanggil dan diperlengkapi oleh Allah. Karena itu ia tidak mengukur keberhasilan pelayanannya berdasarkan penerimaan dan puji-pujian dari manusia, melainkan berdasarkan ketaatan-Nya pada rencana Allah dalam hidupnya. Bagaimana dengan Anda?

TEKADKU

Ya Tuhan, mampukanlah aku melayani dengan setia dan taat meskipun aku mengalami penolakan dan kegagalan.

TINDAKANKU

Aku akan memperbaharui semangat pelayananku dan akan memperbaiki motivasiku dan caraku melayani agar aku dapat meningkatkan kualitas pelayananku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«