suplemenGKI.com

Yesaya 35:1-10

MERAYAKAN PENGHARAPAN

 

Pengantar

Dimanakah letak pengharapan, di belakang atau di depan kehidupan?  Pengharapan selalu berhubungan dengan keakanan.  Selain itu juga berkenaan dengan apa yang ingin diraih, diperbaharui, dipulihkan atau keadaan yang lebih baik dari sekarang.  Jadi pengharapan adanya di depan dan bersifat positif bagi kehidupan. Itu sebabnya pengharapan perlu dirayakan

Pemahaman
Ayat 1-2:  bagaimana respons umat digambarkan dalam bagian ini?
Ayat 3-4:  apa ajakan yang muncul sebagai respons pengharapan?
Ayat 5—10:  pengharapan apa yang diyakini umat dalam bagian ini?
Ayat 2, 4, 10:  bagaimana umat melihat peran Tuhan dalam kehidupan mereka?

Perikop ini merupakan bagian dari Yesaya pertama yang konteksnya menceritakan keadaan Israel setelah masa pembuangan berakhir.  Meskipun masa ‘gelap’ sudah selesai namun bukan berarti segala keadaan kembali seperti sedia kala, sebelum pembuangan.  Tampaknya sesuatu yang mustahil bila keadaan yang seperti itu yang diharapkan.  Sebab bagaimana mungkin mengembalikan mereka yang sudah terserak ke banyak tempat?  Bagaimana mungkin mengembalikan kekuatan Israel sebagai bangsa?  Atau mungkinkah Yerusalem kembali menjadi pusat penyembahan kepada Allah?  Yang menarik  di sini bukan soal mungkin atau tidak, tetapi bagaimana umat masih mempunyai harapan dan kemudian mampu merayakannya bersama.  Sikap “merayakan” menjadi modal untuk bertahan dan terus melanjutkan kehidupan, meski tidak tahu kapan pengharapan itu terwujud.  Itulah yang Israel lakukan sebagai bangsa.  Sikap ini berdampak pada kekuatan dalam menjalani hidup.

Kehidupan berjalan seiring dengan rotasi dari persoalan yang satu menuju persoalan yang lain.  Ada yang menyerah dan tidak mau melanjutkan kehidupan.  Baginya terlalu berat untuk menerima keadaan yang terjadi.  Seolah jalan pengharapan itu sudah tertutup.  Sementara bagi yang lain, persoalan adalah pintu masuk menuju keadaan yang lebih baik.  Namun untuk melewati pintu itu dibutuhkan keinginan yang kuat dan kesanggupan membangun harap menuju yang lebih baik.  Orang yang demikian akan sanggup merayakan pengharapan yang dia punya.  Meski pengharapan itu hanya setitik, namun ketika dirayakan seolah menjadi obor semangat yang mendorong terus maju melajutkan kehidupan di masa penantian.

Refleksi
Lebih baik setitik harapan namun mampu menjadi suluh di gelap malam kehidupan, daripada sebongkah persoalan yang mematikan semangat melanjutkan kehidupan.

Tekadku
Tidak ada persoalan yang terlalu besar untuk aku selesaikan ketika akan punya pengharapan di dalam Tuhan.

Tindakanku
Aku mau merayakan Tuhan yang hadir dan berkarya dalam hidupku sebagai bukti bahwa pengharapan itu masih ada dan terus ada.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*