suplemenGKI.com

Amos 5:4-6

 

Jalan Menuju Hidup

 

            Di dunia ini setiap orang berbeda-beda dalam memahami tentang. Ada orang memahami bahwa kehidupan adalah “Memiliki” sehingga apabila ia memiliki banyak hal, misalnya harta benda, kedudukan, nama baik atau pengaruh, maka ia menganggap itulah hidup. Ada juga orang yang memahami kehidupan adalah “Kekuasaan” apabila ia memiliki kekuasaan untuk memimpin, mengatur, memerintah atau berkuasa maka ia mengangga itulah hidup, dan masih banyak pemahaman-pemahaman lain lagi dari masing-masing orang tentang kehidupan. Orang-orang yang mempunyai demikian akan berjuang sekuat tenaga, dengan segala upaya sekalipun itu bertentangan dengan kebenaran, ia akan mengejarnya, merengkuhnya dan mendapatkannya supaya ia merasa bahwa ia sudah hidup. Hari ini kita akan belajar, apa yang dikatakan oleh Alkitab tentang apa itu hidup yang sesungguhnya dan bagaimana nasihat Alkitab untuk menuju pada kehidupan yang sesungguhnya itu.   

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Situasi apa yang sedang dialami oleh bangsa Israel ketika teks ini ditulis?
  2. Dalam situasi demikian apa yang diupayakan oleh bangsa Israel agar memiliki hidup?
  3. Apa yang harusnya dilakukan bangsa Israel agar menuju pada kehidupan yang sesungguhnya?
     

Renungan:

            Dalam konteks ini bangsa Israel sedang mengalami keterpurukan kerohanian (down spirituality) Apa yang menyebabkan mereka mengalami keterpurukan kerohanian! Mulai dari pasal 2 sampai 5 kita dapat melihat bagaimana penilaian Tuhan terhadap bangsa Israel, yaitu mereka telah menjauh dari Tuhan, mereka juga melakukan perbuatan-perbuatan jahat yang tidak berbeda dengan bangsa-bangsa kafir di sekitar mereka sebagai bentuk ketidaktaan mereka kepada Tuhan, maka Tuhan harus menghukum mereka dengan dahsyat (2:4-16) Akibat dari ketidaktaatan mereka itu, Israel mengalami kehancuran dan kerugian yang sangat besar karena kekalahan dalam peperangan yang tidak lain adalah bentuk hukuiman Tuhan bagi mereka (5:1-3)

            Dalam situasi demikian, bangsa Israel mencoba untuk mencari perlindungan atau pertolongan dari sesuatu yang mereka anggap dapat meluputkan mereka dari hukuman Tuhan, yaitu dengan datang ke betel, ke Gilgal maupun ke Bersyeba. Betel, Gilgal maupun Bersyeba adalah melambangankan segala sesuatu yang kelihatan kuat, sanggup menolong atau dapat diandalkan tetapi ternyata semua itu sia-sia, fana dan tidak ada gunanya. Semua hal yang bersifat kefanaan, keduniawian dan kemolekan jasmaniah semuanya tidak mungkin dapat menolong keterpurukan Israel. Itu sebabnya Tuhan menagtakan jangan pergi Betel, ke Gilgal atau ke Bersyeba.

Langkah yang Tuhan kehendaki untuk dilakukan oleh bangsa Israel adalah mencari Tuhan. Artinya, jangan menjauh dari Tuhan, apalagi terpengaruh dengan perilaku bangsa-bangsa kafir yang tidak mengenal Tuhan,  tetapi carilah AKU, carilah TUHAN maka kamu akan hidup.

Perintah Tuhan (Lih. 5:4-6) itu hendak menegaskan, ketika kita mengalami keterpurukan baik karena kesalahan kita sendiri atau karena faktor-faktor eksternal yang tidak kita sadari, kita jangan mencari pertolongan pada hal-hal lain di luar Tuhan, karena itu justru akan makin menghancurkan kita. Tetapi yang Tuhan kehendaki adalah datang kepada Dia dengan rendah hati, minta pengampunan dan harapkan pemulihan dari pada-Nya saja, niscaya kita akan mengalami pemulihan. Apakah saudara hari ini berada dalam keterpurukan? Datanglah kepada Tuhan sekarang juga, Tuhan menyambut anda dengan sukacita. Tuhan memberkati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«