suplemenGKI.com

Senin, 8 Mei 2017

07/05/2017

MENDERITA DAN MATI: SIAPA TAKUT?

Kisah Para Rasul 7:55-60

 

Pengantar
Pada suatu hari pesawat yang membawa kami dalam sebuah perjalanan mengalami goncangan di tengah cuaca yang buruk. Pramugari menyerukan agar semua penumpang mengenakan sabuk pengaman. Saat itu teman yang duduk di sebelah saya mengalami ketakutan, dia menutup mata dan kelihatan pucat pasi. Dia membayangkan pesawat akan jatuh dan berkata: ”saya tidak mau mati sekarang”. Apakah Anda juga pernah merasakan takut mati? Ataukah Anda berani menghadapi penderitaan dan kematian saat usia masih muda? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 55- 56           : Mengapa Stefanus tidak  takut mati?
  • Ayat 57-58            : Jika Anda menjadi Stefanus, apakah yang akan Anda lakukan ketika
    orang banyak, menyerbu, menyeret dan melempari dengan batu?
  • Ayat 59-60            : Bagaimanakah Stefanus menghadapi penderitaan yang membawanya pada kematian?

Stefanus adalah martyr ( sahid ) pertama dalam Kekristenan. Dia berani mati demi iman dan pemberitaan tentang TUHAN YESUS KRISTUS yang  telah bangkit. Stefanus mati muda karena pengenalan dan keyakinan imannya kepada TUHAN YESUS. Ia berani memberitakan kebenaran Firman TUHAN sekalipun diamuk massa yang kemudian membunuhya. Stefanus penuh dengan Roh Kudus. Oleh karena itu dengan penuh keberanian Stefanus menyampaikan kebenaran Firman TUHAN walaupun kemudian ia harus menghadapi kematian.Ia tidak takut mati karena apa yang dia yakini, pikirkan, katakan dan lakukan adalah demi kebenaran Kerajaan ALLAH.

Stefanus siap menghadapi amuk massa dengan iman yang teguh. Matanya hanya ditujukan kepada Sorga, ke tempat dimana ia akan pergi. Ia tidak takut mati karena ia memiliki pengharapan sorgawi. Ia percaya TUHAN YESUS sedang  menantikannya.  Ia percaya TUHAN YESUS menyediakan tempat baginya dan ia telah melihat-Nya berada di sebelah kanan ALLAH Bapa.

Stefanus dirajam oleh massa yang mengamuk namun dengan iman teguh ia menyerahkan rohnya kepada TUHAN YESUS dan memohonkan pengampunan untuk orang banyak yang sedang merajamnya. Ia bersikap seperti yang dilakukan TUHAN YESUS di atas salib. Dalam hukuman matinya, Stefanus mengalami persekutuan dengan TUHAN dan Juruselamatnya. TUHAN YESUS melihat Stefanus dan Stefanus pun melihat TUHAN YESUS. Ini berarti TUHAN YESUS menjaga dan terus menguatkan setiap pengikut-Nya yang mau bersaksi dan menderita bagi-Nya. TUHAN tidak meniadakan penderitaan dari kehidupan para murid, namun justru melalui penderitaan dan kematian itu kemuliaan ALLAH dinyatakan.
Setiap pengikut KRISTUS yang dengan kesungguhan hati beriman kepada-Nya akan dipenuhi Roh Kudus sehingga memiliki keberanian untuk bersaksi bahkan siap mati demi iman dan kesaksiannya tentang karya besar ALLAH di dalam KRISTUS.

Refleksi
Dalam keheningan, bayangkanlah saat Stefanus dirajam. Siapkah Anda menghadapi penderitaan dan kematian demi iman dan kesaksian tentang KRISTUS?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk mewujudkan lagu KJ 375 yang kunyanyikan ini

“ Saya mau ikut YESUS. Saya mau ikut YESUS sampai slama-lamanya.
Meskipun saya susah, menderita dalam dunia.
Saya mau ikut YESUS sampai slama-lamanya. “

Tindakanku

1. Hari ini aku mempersaksikan kasih KRISTUS yang kualami kepada orang lain  agar mereka juga
merasakan kasih dan keselamatan yang TUHAN anugerahkan.

2. Dalam karya hidup sehari-hari aku akan tetap setia beriman kepada KRISTUS sekalipun harus
menanggung resiko dibenci dan dimusuhi serta kehilangan pekerjaan, kekasih atau yang lainnya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»