suplemenGKI.com

Senin, 8 Maret 2021

07/03/2021

Bilangan 21:1-3

 

“KETIKA KITA BERSERU, TUHAN MENDENGAR”

Pengantar:
Perjalanan hidup ini seringkali tidak selalu stabil dan mulus. Kesusahan, kesenangan, keberhasilan dan kegagalan datang silih berganti dan terjadi secara tak terduga-duga. Di tengah kondisi demikian membuat kita merasa was-was atau tidak tenang menjalani hari-hari kita, bahkan tidak jarang pertanyaan demi pertanyaan muncul di hati kita: apakah kita akan mampu melanjutkan perjalanan hidup kita ke depan? Bagaimana kalau di depan nanti ada hadangan, masalah, tantangan yang lebih besar? Saudara-saudara ketika kita merasa bahwa semuanya terasa tidak pasti, tidak jelas, di depan seolah-olah ada awan gelap yang menghadang, kepada siapakah kita akan berharap? Firman Tuhan hari ini mengisahkan pengalaman perjalanan umat Israel menuju Kanaan yang penuh hadangan di depan mereka.

Pemahaman:

1)      Apakah yang sedang dihadapi oleh umat Israel dalam Bilangan 21:1?

2)      Apa yang dilakukan oleh umat Israel ketika diperhadapkan dengan musuh? (v. 2-3)

Perjalanan umat Israel menuju tanah perjanjian memang sangat rumit dan berliku-liku. Kerumitan itu terjadi karena dua hal, Pertama: Karena ketidaktaatan dan kedegilan hati umat Israel yang sering kali melawan Tuhan dengan menuntut Tuhan di hadapan Musa dan Harun untuk memenuhi keinginan mereka tanpa mau bersabar melainkan cenderung memaksakan kehendak yang berujung pada pertengkaran dengan Musa dan Harun pemimpin mereka. Salah satu contohnya adalah peristiwa di Masa dan Meriba (Bil 20:2-13), akibatnya Musa dan Harun terpancing emosinya sehingga melakukan tindakan yang tidak diperkenan Tuhan, akibatnya mereka tidak diperkenankan Tuhan masuk tanah Kanaan (Bil 20:23-24). Ke dua: Datang  dari bangsa-bangsa di sekitar Kanaan yang mencoba menghadang perjalanan umat Israel menuju Kanaan. Misalnya bangsa Edom yang tidak mengizinkan umat Israel melewati daerah mereka (Bil 20:14-21). Raja negeri Arad orang Kanaan yang tinggal di tanah Negeb, mereka berperang melawan Israel dan berhasil mengangkut beberapa orang tawanan dari bangsa Israel. Dalam kondisi sulit itu umat Israel berseru kepada Tuhan memohon petunjuk dan Tuhan mendengar permohonan mereka. Melalui pertolongan Tuhan bangsa Israel akhirnya berhasil mengalahkan orang Arad dan menumpas kota-kota orang Arad.

Refleksi:
Saudara kita semua pernah mengalami situasi-situasi sulit dalam perjalanan hidup, terkadang kita merasa sudah tidak berdaya lagi untuk melanjutkan perjalanan hidup ini. Mari kita belajar dari Firman Tuhan hari ini. Berseru kepada Tuhan untuk memohon pertolongan-Nya adalah jalan terbaik yang harus kita lakukan karena Dia pasti siap menolong kita.

Tekadku:
Tuhan, ajarlah kami untuk selalu berseru kepada Engkau, agar dapat melewati realita hidup yang tidak mudah ini, karena hanya Engkaulah yang dapat menolong kami.

Tindakanku:
Mari saudara-saudara kita dengan tulus dan rendah hati untuk terus mengarahkan hidup kita kepada Tuhan, khususnya dalam mengarungi perjalanan hidup ke depan yang tidak mudah dan penuh tantangan, sebab hanya Dialah yang selalu mendengar seruan kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«