suplemenGKI.com

Senin, 8 Juni 2020

07/06/2020

DASAR KESATUAN GEREJA

1 Korintus 12:1-3

 

Pengantar
Jemaat Korintus adalah jemaat yang berasal dari berbagai latar belakang sosial dan budaya. Kemajemukan ini bisa menjadi kekuatan dan juga masalah apabila mereka tidak bisa menghargai perbedaan antara satu dengan yang lain. Oleh sebab itu Paulus menasehati mereka untuk bersatu dengan dasar pemikiran yang tepat dan menggunakan perbedaan yang ada di tengah-tengah mereka untuk membangun gereja/jemaat di Korintus. Mari kita renungkan.

 

Pemahaman

  • Ayat 1-2         : Mengapa Paulus sering menggunakan kata “saudara-saudara” dalam penulisan suratnya? Bagaimana keadaan mereka pada saat mereka belum mengenal Allah?
  • Ayat 3             : Hal penting apakah yang Paulus yakinkan kepada mereka tentang kesatuan gereja?
  • Berdasarkan penjelasan Paulus, apa yang menjadi dasar untuk membangun kesatuan jemaat yang berbeda-beda?

Dalam pasal 12 ini Paulus ingin menjelaskan pertanyaan tentang karunia-karunia Roh. Dalam suratnya ini ia menggunakan kata “saudara-saudara” untuk mengingatkan jemaat di Korintus tentang kesatuan mereka dalam keluarga Allah. Dalam ayat 2 Paulus juga mengingatkan keadaan mereka ketika mereka belum mengenal Allah yang tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu yang menunjuk pada dewa-dewa yang tidak bisa berbicara atau menolong, yang sangat kontras dengan Roh Kudus. Orang-orang percaya di Korintus ini dulunya adalah orang kafir, tetapi sekarang mereka harus melepaskan kegiatan dan pola pikir mereka yang dulu. Mereka sangat dipengaruhi oleh praktek-praktek penyembahan berhala dan budaya Romawi.

Oleh Karena itu Paulus ingin meyakinkan mereka bahwa “tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan!”, selain oleh Roh Kudus.” (Ay. 3). Maksudnya adalah Paulus ingin menegaskan bahwa hanya melalui Roh Kudus-lah seseorang dapat mengakui secara jujur bahwa Yesus adalah Tuhan. Jadi iman itu dihasilkan bukan karena karya pribadi seseorang, melainkan karena Roh Kudus yang bekerja dalam diri seseorang tersebut. Hal ini juga berarti bahwa seseorang yang dikuasi oleh Roh Kudus tidak mungkin menyatakan sesuatu yang mendukakan hati Allah seperti penyangkalan terhadap Allah. Dengan kata lain orang yang hidup di dalam kuasa Roh Kudus akan hidup sesuai dengan tuntunan Allah dan menghasilkan karya atau perkataan yang sesuai dengan kehendak Allah.

Paulus menjelaskan semua hal ini dengan tujuan untuk menyerukan nasehat untuk bersatu. Kesatuan itu harus dibangun dan dimiliki karena kita mengakui Tuhan yang sama dan ‘lahir’ dari Roh yang sama. Jika Yesus Kristus sungguh-sungguh menjadi Tuhan dalam hidup kita maka seharusnya ada kesatuan dalam jemaat. Perpecahan dan perselisihan bisa terjadi bila masing-masing pribadi tidak hidup sesuai dengan tuntunan Kristus, Sang Kepala Gereja. Perpecahan di antara umat menunjukkan kegagalan kita untuk menjalankan misi Allah bagi dunia. Oleh Karena itu, mari kita mulai menjadi pribadi yang selalu rindu untuk membangun kesatuan di tengah perbedaan dengan dasar bahwa kita dipimpin oleh Roh yang sama serta menyembah dan meninggikan Tuhan yang sama yaitu Kristus.

Refleksi
Renungkanlah: Bagaimana selama ini kita hidup bergereja? Apakah kita hidup mengikuti pimpinan Roh Kudus yang selalu memimpin kita untuk bisa bersatu membangun gereja dan memuliakan nama Tuhan, ataukah justru sibuk dengan tujuan pribadi kita yang membawa kepada perpecahan?

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah kami untuk bisa hidup dalam pimpinan Roh Kudus yang bisa membawa Gereja bersatu. Tolonglah kami untuk bisa bersatu di tengah perbedaan untuk bersama-sama membangun gereja-Mu saat ini.

Tindakanku
Dengan semangat dan komitmen di hadapan Tuhan. Nyanyikanlah lagu NKB 230 Berderaplah Satu sebagai wujud dan tekad kita melakukan firman hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«