suplemenGKI.com

Senin, 8 Juni 2015.

07/06/2015

1Samuel 15:34-35 (Saran: Bacalah 1Sam 15:1-33)

 

Ketidaktaatan berdampak perpisahan selamanya

PENGANTAR:
Ketika bangsa Israel meminta seorang raja bagi mereka kepada Samuel, ia sempat kesal, karena di balik permintaan Israel itu tersirat penolakan secara halus Israel kepada Samuel dan tentu juga kepada Allah (1Sam 8:6-7) Namun demikian permintaan itupun dikabulkan oleh Allah melalui Samuel mengurapi Saul menjadi raja atas umat Israel (1Sam 10:1) Dalam kapasitasnya sebagai raja Israel, Saul tetap didampingi oleh Samuel, terutama terkait kepentingan untuk menyampaikan perintah-2 khusus dari Tuhan, misalnya: Saul diperintahkan untuk menumpas bangsa-bangsa kafir yang ada di sekitar bangsa Israel. Bacaan kita hari ini, merupakan akhir dari kebersamaan Saul dan Samuel.

 

PEMAHAMAN:

  1. Ay. 34. Perbedaan arah tujuan antara Samuel dan Saul, Samuel menuju ke Rama, tetapi Saul menuju ke rumahnya di Gibea-Saul. Inilah sebuah akhir dari kebersamaan mereka selama sekian lamanya di mana ke duanya berpisah untuk selamanya.
  2. Ay. 35. Sebagai dampak dari perpisahan itu Samuel sangat berdukacita, karena Saul yang diurapi Allah menjadi raja Israel kemudian ditolak oleh Allah.

Tentu perpisahan untuk selamanya antara Samuel dan Saul bukan tanpa sebab. Pasal 15:1-27, menjelaskan bahwa faktorĀ  utama yang menyebabkan Tuhan menolak Saul adalah karena ketidaktaatannya kepada perintah Tuhanlah yang membuat Samuel meninggalkan Saul. Pasal 15:1-3 Saul diperintahkan Tuhan melalui Samuel untuk mengalahkan bangsa Amalek sampai tuntas. Saul memang melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya, namun Saul tidak melakukan perintah Tuhan dengan utuh, Saul menyelamatkan Agag serta mengambil segala hewan-hewan yang baik, sedangkan yang tidak baik dan tidak berharga ditumpaskannya.

Demi menutupi ketidaktaannya Saul berdalih, bahwa hasil jarahan itu akan diperuntukan bagi persembahan korban kepada Tuhan (Lih. v. 15) Saul juga berdalih dengan berkata bahwa rakyatlah yang mengambil hewan-hewan yang baik itu untuk korban persembahan kepada Tuhan (lih. v.21) Sesungguhnya Tuhan tidak bisa disuap dengan persembahan korban yang diberikan hanya untuk menutupi ketidaktaatannya. Tuhan tidak berkenan kepada persembahan yang demikian (lih. v. 22) Saul mengira bahwa mengabaikan ketaatan kepada firman Tuhan kemudian memberikan persembahan terbaik, itu akan membebaskannya dari penolakan Tuhan, ternyata tidak, karena Tuhan menghendaki ketaatan pada firman-Nya.

 

REFLEKSI:
Banyak orang berpikir bahwa tingkah laku kehidupan sehari-hari, walaupun tidak sesuai dengan firman Tuhan itu tidak masalah, asal: rajin ke gereja, banyak pelayanan dan banyak persembahan. Ingat, Tuhan tidak menuntut sekedar rajin ke gereja, banyak pelayanan, banyak memberi persembahan, yang Tuhan kehendaki adalah ketaatan melakukan firman Tuhan.

 

TEKAT:
Tuhan, ajar aku untuk lebih taat firman-Mu, itulah persembahan yang berkenan kepada-Mu.

 

TINDAKAN:
Aku mau belajar lebih taat kepada firman Tuhan dari pada melakukan sesuatu yang menurutku terbaik tetapi ternyata ditolak oleh-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«