suplemenGKI.com

“HIDUP DENGAN TAHU MALU“

PENGANTAR

Malu terlihat terlalu rohani, risih diketahui dan disebut sebagai orang Kristen. Itulah rasa malu yang dirasakan orang-orang sekarang ini. Meski tidak diungkapkan secara verbal, namun banyak perasaan, sikap, dan keputusan yang dibuatnya menyuarakan rasa malu itu dengan keras.  Mari kita bandingkan dengan curahan hati Daud pada Tuhan di mazmur ini.

 PEMAHAMAN

1.    Ayat 1-2: Perhatikan apa arti “malu” bagi Daud di ayat 2?

2.    Ayat 4-5: Bagaimana usaha Daud menjaga agar ia tidak mendapat malu?

3.    Ayat 8-10: Selaras dengan pedoman hidup dan usaha yang dilakukannya agar tidak hidup memalukan, perhatikan apa yang sangat ia syukuri di ayat-ayat ini?

Pada saat Daud menghadapi perlawanan dari pihak luar, Daud tidak meminta kepada Tuhan supaya musuhnya disingkirkan sehingga semua persoalan itu lenyap.  Yang menginspirasi kita adalah dalam kondisi demikian, Daudhanya meminta supaya dirinya tidak mendapat malu. Dan hal yang memalukan bagi dirinya bukan soal penghinaan, caci maki, harga diri, melainkan “berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.” Khianat yang disini jelas mengacu dalam hubungannya dengan Tuhan (ay.3 dst).  Dengan kata lain Daud minta Tuhan menjaga hatinya tetap lurus.

Hal kedua yang menginspirasi kita adalah, dengan dinaikkannya permohonan Daud yang demikian, bukan berarti Daud melepas tanggung jawab pribadinya dan menyerahkan itu sepenuhnya pada kuasa Tuhan.  Hal ini terlihat dari keinginannya untuk terus dipimpin firman Tuhan, dan sepenuh hati menantikan Tuhan. Dengan membawa ini dalam doanya,  Daud menyeimbangkan tanggung jawabnya menjaga hidupnya agar tidak cemar, namun tetap rendah hati menyadari keberdosaannya dan karena itu ia membutuhkan pertolongan dan peneguhan dari Tuhan.

Hidup di jalan Tuhan adalah hidup yang dicari dan diperjuangkan oleh Daud. Baginya, itulah hidup yang membanggakan, dan sebaliknya hidup di luar jalan Tuhan adalah sangat memalukan karena membawa pada kehancuran. Tidak heran ucapan syukurnya dalam mazmur ini sangat rohani dan tepat menyentuh hal terpenting dalam hidup kita, yaitu bersyukur untuk Tuhan yang sedia memberi firman, peringatan, dan bimbingan yang menuntun pada hidup yang sesungguhnya.

REFLEKSI

Renungkanlah, apa yang kita anggap memalukan dalam hidup kita? Periksalah apakah kita punya kegelisahan ketika kita tidak berlaku seturut firman Tuhan? Pernahkah kita menjadi malu karenanya? Sebab semakin banyak orang tidak merasa malu ketika berdosa, dan justru merasa malu ketika melakukan kebenaran.

 

TEKADKU

Tuhan, mampukan aku memiliki konsistensi hidup seperti Daud. Ketika aku berkata ingin hidup membanggakan Engkau, biarlah Engkau melihat keseriusanku mencintai firmanMu dan menjaga hidupku lurus, serta aku selalu bersyukur atas firmanMu, bukan hanya firman yang menghibur, namun juga firman yang menegur.

TINDAKANKU

Mengucap syukur untuk teguran Tuhan hari ini melalui mazmur Daud dan menjaga hari ini tidak mempermalukan Tuhan dengan cara ___________________

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*