suplemenGKI.com

Ulangan 26:1-4.

 

Mempersembahkan Hasil Pertama Sebagai Wujud Syukur (1)

Pengantar:
Suatu hari ada seorang pemuda, ia bertanya kepada pendetanya: “Pendeta, saya baru bekerja satu bulan sejak lulus kuliah, saya ingin mempersembahkan hasil pertama saya sebagai persembahan sulung kepada Tuhan. Bagaimanakah saran dari bapak pendeta?” Pendeta kemudian menjawab, “Kamu sudah memiliki niat yang baik, untuk mempersembahkan hasil pertama dari penghasilanmu. Sekarang kamu harus berdoa minta hikmat, kedamaian dari Tuhan, agar ketika kamu mempersembahkan hasil pertamamu diiringi oleh perasaan syukur dan sukacita. Mengenai jumlahnya, silahkan kamu tentukan sesuai dengan kerelaan hatimu dengan memperhatikan aspek-aspek kebutuhanmu dan kepantasan untuk dipersembahkan kepada Tuhan” Kemudian pemuda ini memutuskan untuk memberikan sebagian dari penghasilan pertamanya dengan penuh sukacita. Dengan demikian  dia masih memiliki sebagian untuk memenuhi kebutuhannya sebulan ke depan. Pemuda ini sangat bahagia karena dapat mempersembahkan sebagian dari hasil pertama kepada Tuhan.

Pemahaman:

  1. Apa sesungguhnya tujuan dari perintah Tuhan, agar umat Israel mempersembahkan hasil pertama dari tanah yang mereka diami? (v. 1-2)
  2. Mengapa persembahan umat harus disampaikan kepada Imam, kemudian meletakkannya di depan mezbah Tuhan? (v. 3-4)

Kitab Keluaran mulai pasal 5-26, banyak membahas tentang berbagai peraturan. Pada pasal 26:1-11, merupakan perintah untuk mengingatkan umat Israel selaku hamba Allah agar mengakui dengan syukur bahwa warisan tanah Kanaan adalah anugerah kasih karunia Allah kepada mereka. Dengan demikian perintah untuk mempersembahkan hasil pertama dari penghasilan mereka di tanah Kanaan adalah agar mereka senantiasa mengakui keberadaan Allah dalam wujud ungkapan penyerahan mutlak kepada Allah dengan mempersembahkan hasil pertama dari penghasilan mereka (Band. Kel 35:26-27, Bil 18) Selain itu, agar umat Israel menghayati bahwa segala berkat dari alam itu harus dimaknai bersumber dari Allah.

Dalam Perjanjian Lama Imam adalah sebagai pengantara umat dengan Allah, maka umat Israel ketika hendak membawa persembahan kepada Tuhan adalah melalui perantaraan Imam. Selain itu, karena Imam sebagai pengantara, maka penghidupan Imam adalah dari persembahan umat yang terbaik. Sebagai pelayan Umat Imam pantas mendapat berkat Allah melalui penghasilan Umat (band. Bil 18:10-12)

Refleksi:
Seperti yang diperintahkan Tuhan kepada umat Israel, agar mempersembahkan hasil terbaik dari penghasilannya, kita pun seharusnya demikian, karena itu merupakan wujud pengakuan kita akan Tuhan dan penghayatan kita bahwa segala berkat itu anugerah Tuhan.

Tekad:
Tuhan, ajarlah aku agar senantiasa mengakui Engkau dan menyadari berkat-Mu dengan belajar setia mempersembahkan yang terbaik dari penghasilanku kepada Tuhan.

Tindakan:
Aku akan melatih diri memberikan persembahan yang terbaik bagi Tuhan secara teratur.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«