suplemenGKI.com

Senin, 8 April 2019

07/04/2019

TUNDUK SAAT DIBENTUK

Yesaya 50 : 4 – 9 

Pengantar
Dalam mencapai sebuah kemampuan atau keterampilan tertentu, dibutuhkan sebuah proses pembentukan atau latihan yang tidak mudah dan ringan. Dan untuk mencapai kemampuan atau keterampilan yang baik (baca: berkualitas) tidak hanya dibutuhkan sebuah tindakan disiplin dan kesungguhan serta keberanian, tapi juga sikap hati yang benar. Bahkan diperlukan sebuah keyakinan dan pengharapan yang kuat akan jaminan kekuatan dan pertolongan yang mendukung proses tersebut. Dalam bacaan Alkitab kita hari ini, yaitu: Yesaya 50: 4 – 9, kita diajak untuk melihat sebuah sikap hati yang disertai tindakan yang berdasarkan sebuah keyakinan yang kuat. Marilah kita membaca dan merenungkannya.

Pemahaman
Ayat  4 – 6           :  Bagaimana Yesaya menghayati dan memahami proses pembentukan dari TUHAN?
Ayat  7 – 9           :  Apa yang menjadi keyakinan Yesaya?

Yesaya menghayati dan memahami bahwa TUHAN sedang memproses dirinya untuk menjadi utusan-NYA dengan cara memberikan kepadanya lidah seorang murid agar dapat menyampaikan perkataan yang memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Dan bahwa setiap pagi TUHAN mempertajam pendengarannya untuk mendengar seperti seorang murid. TUHAN membuka telinganya, dan ia tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Bahkan Yesaya sedia memberi punggungnya kepada orang-orang yang memukulnya, dan memberi pipinya kepada orang-orang yang mencabut janggutnya. Yesaya tidak menyembunyikan mukanya ketika ia dinodai dan diludahi. Semua proses ini memperlihatkan dan mengajak kita untuk juga sedia hidup dalam proses pembentukan dari TUHAN sekalipun tidak mudah dan berat. Dan untuk semua proses dan kesediaan itu TUHAN akan memperlengkapi kita dalam memahami kehendak-NYA ataupun menyampaikan kehendak-NYA bagi orang lain. Jadi kita diharapkan dapat memiliki sikap hati yang tunduk seperti Yesaya dalam proses pembentukan TUHAN.

Yesaya sungguh meyakini bahwa TUHAN yang membenarkan dirinya akan menolongnya sehingga ia tidak mendapat noda dan malu. Dengan demkian ia dapat meneguhkan hatinya seperti keteguhan gunung batu, dan berani tampil berperkara. Yesaya berkata: “Sesungguhnya, TUHAN menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?”. Hal ini menunjukkan bahwa pengutusan TUHAN selalu disertai dengan jaminan pertolongan-NYA yang sungguh teguh menopang dan melindungi kita.

Refleksi

Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita sedia hidup dalam proses pembentukan TUHAN, walau tidak mudah dan berat?
  • Apakah kita sungguh yakin dan merasakan bahwa TUHAN menolong kita dalam setiap pengutusan atau karya hidup yang TUHAN berikan kepada kita?

Tekad
TUHAN, jadikan aku sedia tunduk dibentuk untuk sebuah pengutusan atau karya hidup yang TUHAN berikan kepadaku, dan mendapatkan keteguhan hati yang berasal dari-MU.

 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan menjalani kehidupan dengan melakukan karya pengutusan TUHAN dengan makin berani dan penuh kesungguhan, walau di tengah kesukaran dan tantangan berat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«