suplemenGKI.com

Senin, 8 April 2013

07/04/2013

“JATUH” PADA PANDANGAN PERTAMA

Kisah Para Rasul 9 : 1-6

 

Pengantar
Mungkin Anda masih ingat dengan iklan favorit tentang salah satu produk parfum beberapa tahun yang lalu dimana dalam iklan tersebut ada kalimat yang begitu populer di masyarakat yaitu “ KESAN PERTAMA BEGITU MENGGODA, SELANJUTNYA TERSERAH ANDA “.  Kalimat tersebut semakin memperjelas dan mempertegas pentingnya moment pertemuan/perjumpaan untuk pertama kalinya dalam berbagai situasi terkait dengan bisnis, pertemanan, persahabatan, interview kerja dan masih banyak hal lainnya.  Hal-hal yang terjadi dalam pertemuan/perjumpaan pertama inilah seringkali yang sangat menentukan untuk langkah berikutnya.  Kondisi tersebut berlaku juga dalam diri Saulus yang akan kita renungkan bersama pada hari ini.  

Pemahaman
Dalam bacaan hari ini terdapat beberapa pertanyaan sebagai bahan perenungan kita yaitu :

  • Mengapa Tuhan Yesus menampakkan diri kepada Saulus dalam bentuk cahaya yang memancar dari langit ? ( ay 3 )
  • Apa maksud Tuhan Yesus berkata “mengapa engkau menganiaya Aku “? (ay 4)

Setidaknya ada dua hal penting yang dapat kita pelajari melalui bacaan di atas:  

Pertama, Saulus merasa dirinya sebagai orang yang hebat dan berkuasa karena membawa surat kuasa dari Imam Besar telah bertindak arogan.  Hatinya dipenuhi dengan amarah serta kebencian terhadap pengikut Kristus.  Dia ingin menangkap dan membawa para pengikut Kristus ke Yerusalem.  Tuhan tidak tinggal diam.  Dia menampakkan kemuliaan dan otoritasNya sebagai Allah yang Maha Kuasa dan berdaulat JAUH MELEBIHI SEGALA KEKUASAAN YANG ADA DI BUMI melalui cahaya yang memancar dari langit.  Cahaya menyilaukan itu membuat Saulus rebah ke tanah.  Bukankah acapkali kita merasa paling pandai (kuat, benar, berkuasa)?  Jika Tuhan tidak berkenan maka tidak berarti apa-apa.

Kedua, Melalui pertanyaan “Mengapa engkau menganiaya Aku?” inilah Tuhan Yesus mengingatkan Saulus bahwa perbuatannya bukan sekedar kekejian saja namun sudah merupakan perbuatan melawan otoritas Tuhan dan JELAS-JELAS BERDOSA SERTA MENDUKAKAN HATI TUHAN.  Dalam kondisi mata yang tidak dapat melihat inilah Tuhan ingin mengajarkan kepada Saulus bagaimana merasakan penderitaan sebagaimana dialami oleh para pengikut Kristus saat itu.  Namun perlu dipahami juga bahwa seringkali inisiatif perjumpaan tersebut berasal dari Tuhan sendiri yang “mencari” manusia. 

Dua hal yang dialami Saulus tersebut membawa kita menemukan bahwa perjumpaan seseorang secara pribadi dengan Tuhan Yesus pasti berdampak secara luar biasa dalam kehidupannya.

Refleksi
Coba Anda merenungkan peristiwa pertobatan Anda mula-mula dan bagaimana Kasih Ilahi tersebut Anda rasakan dan alami sebagai bentuk kasih dan pengampunan dari Tuhan atas diri Anda. 

Tekadku
Tuhan Yesus berilah aku keberanian untuk menceritakan Kasih Tuhan dalam hidupku kepada semua orang agar mereka juga dapat mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus. Amen

Tindakanku
Senantiasa berusaha menjaga keintiman dengan Tuhan melalui perjumpaan pribadi setiap hari dalam bentuk doa dan saat teduh.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«