suplemenGKI.com

BUKAN NYANYIAN BIASA

Yesaya 5:1-7

 

PENGANTAR
Nyanyian merupakan untaian kata dalam kalimat yang teratur dan berirama.   Itu sebabnya, setiap nyanyian selalu mempunyai makna dan tujuan yang ingin disampaikan ketika dilantunkan. Demikian juga dengan nyanyian Yesaya dalam bacaan kali ini.  Mari kita belajar makna dan tujuan nyanyian Yesaya.

PEMAHAMAN
Ayat 1-2, 4      : Apa yang terjadi pada kebun anggur  dalam nyanyian ini?
Ayat 7             : Siapa yang dimaksud “Aku” dan “kebun anggur”?
Ayat 5, 6         : Apa yang akan dilakukan Tuhan selaku pemilik kebun anggur?

Apa yang bisa saudara pelajari dari sikap Yesaya?

Secara kronologis, “kebun anggur” sebagai kiasan tentang Israel;  sedangkan “Kekasihku” atau  “Aku” ada yang menafsirkan bukan merujuk kepada Allah, melainkan kepada teman Yesaya yang mengalami kekecewaan karena kebun anggurnya. Tetapi, cara Yesaya mengidentifikasikan diri dengan “kekasih” dalam ayat 4 menunjukkan kesatuan mistis di antara mereka, yaitu kesatuan yang paling cocok untuk menggambarkan hubungan nabi dengan Allah yang menggunakan sang nabi sebagai juru bicara dalam rangka menegur Israel.  Dosa Israel tak termaafkan karena menghasilkan buah yang masam, padahal Allah telah memberikan semua kemudahan berupa tanah yang baik dan subur. Mereka harus menghadapi hukuman yang tidak bisa ditolak, pagar perlindungan mereka diangkat, dan para penyerang masuk merusakkan mereka.

Melalui nyanyiannya, Yesaya mempersonifikasi ajarannya. Nyanyian ini dinyanyikan pada saat bangsa Israel sedang berkumpul pada perayaan Pondok Daun akhir masa penuaian. Nyanyian ini mengungkapkan perasaan Tuhan ketika umatnya tetap keras kepala dalam dosa. Tuhan telah berusaha membuat dan memberikan yang terbaik bagi Israel, namun mereka merespon tindakan Tuhan dengan perlawanan dan kejahatan, sehingga Allah marah kepada mereka. Nyanyian kebun anggur ini menunjukkan bahwa Allah berusaha sedapat-dapatnya untuk menjadikan Yehuda bangsa yang benar dan produktif. Hanya ketika mereka gagal menjadi apa yang diinginkan-Nya barulah Allah membinasakan kebun anggur-Nya.  Dengan kata lain, nyanyian Yesaya bukanlah nyanyian biasa yang tanpa makna.  Nyanyian ini lahir dari keyakinan Yesaya akan kasih Tuhan yang melakukan segala hal terbaik buat umat-Nya, Israel.  Sekaligus menjadi teladan terbaik untuk menyampaikan hati dan pesan Tuhan melalui hal yang umum bagi Israel, nyanyian.  Tujuannya supaya Israel menyadari dan berbalik kepada Tuhan.  Bagaimana dengan kita, apakah kita peka dengan cara Tuhan mengingatkan?

REFLEKSI
Mari merenungkan: Tuhan selalu punya banyak cara melalui apapun untuk memanggil umat-Nya kembali kepada-Nya.

TEKADKU
Tuhan tolonglah aku agar mau peka dengan cara apapun yang Tuhan pakai untuk mengingatkanku mendekat pada-Nya.

TINDAKANKU
Aku tidak mengeraskan hati dan selalu terbuka untuk suara Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«