suplemenGKI.com

Senin, 7 Mei 2018

06/05/2018

Kisah Para Rasul 1:15-17

 

“Kamu Pilih yang Mana?”

 

Pengantar
Ketika kita melakukan kesalahan, kita berharap dapat kembali ke masa lalu demi memperbaiki atau mencegah kesalahan itu. Namun hal itu hanya tidak mungkin terjadi. Ketika dalam hidup ini kita melakukan kesalahan, apa yang dapat kita lakukan? 

Pemahaman

Ayat 15-17  : Apa pemikiran Petrus mengenai Yudas?

Apakah persamaan dan perbedaan dari perjalanan hidup pelayanan Petrus dan Yudas?

Para murid saat itu sedang ada pada masa penantian akan janji Tuhan Yesus (ay. 4-5, 8). Di tengah masa itu ketika orang-orang percaya sedang berkumpul bersama, Petrus berdiri di tengah-tengah mereka dan berbicara. Petrus melihat Yudas sebagai kegenapan dari apa yang pernah dicatat Daud dalam mazmurnya (ay. 20, bdk. Mzm. 69:26; 109:8). Yudas awalnya terhitung sebagai bagian dari para rasul dan melayani bersama mereka. Namun di akhir hidupnya, ia dipandang sebagai pemimpin dari orang-orang yang menangkap Yesus. Dalam perjalanan hidup pelayanan Yudas, ia mengalami kegagalan karena telah menjual Gurunya. Sama seperti Yudas, Petrus pun pernah melakukan kesalahan dalam hidup pelayanannya. Ia menyangkal Tuhan Yesus tiga kali. Walaupun sebelumnya Tuhan Yesus sudah pernah memberitahu hal ini. Apakah kesalahan Yudas dan Petrus memiliki bobot yang berbeda? Tidak. Keduanya tetap menjadi kesalahan di mata Allah. Tidak ada dosa besar, tidak ada dosa kecil. Namun yang membedakan ialah respon setelah melakukan kesalahan. Petrus menyesal dan bertobat. Ia kemudian justru menjadi rasul yang memenangkan banyak sekali jiwa bagi Tuhan. Tetapi Yudas, ia menyesal namun tidak bertobat. Dalam penyesalan itu ia tidak kembali kepada pada Tuhan untuk meminta ampun. Ia memilih jalan lain, yaitu bunuh diri. 

Refleksi
Renungkanlah: apakah saudara pernah atau sedang berada dalam penyesalan karena melakukan sesuatu yang salah di hadapan Tuhan? Apa tindakan yang saudara ambil? Diam dalam penyesalan tidak menyelesaikan masalah. Kembalilah kepada Tuhan dan meminta ampun kepada-Nya adalah solusi terbaik. Ia akan memperbaiki hidup kita. 

Tekadku
Tuhan ampuni jika aku pernah melakukan kesalahan … (sebutkan). Aku mau meminta ampun dan bertobat dari kesalahan itu. 

Tindakanku
Aku mau meminta ampun dan bertobat akan kesalahan yang pernah aku lakukan. Aku tidak akan berusaha menyelesaikannya dengan kekuatanku sendiri, namun kembali kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»