suplemenGKI.com

Senin, 7 Maret 2016

06/03/2016

Yesaya 43:16-19

Bukan Hidup Untuk Masa Lalu

 

PENGANTAR
Peristiwa keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir merupakan kenangan yang tidak pernah terlupakan dalam benak setiap orang Israel. Peristiwa itu bagi mereka merupakan peristiwa yang luar biasa. Allah berkarya membebaskan umat dari tanah perbudakan. Peristiwa itu tetap diingat dan dikenang saat umat Allah berada di tanah pembuangan. Namun akankah kenangan-kenangan itu membuka hati dan pikiran umat Allah untuk sungguh-sungguh bertobat dan memperbaharui diri? Atau kenangan-kenangan itu hanyalah sebuah kilas balik yang tidak berarti apa-apa?

PEMAHAMAN
Yesaya 43:16-17         Bagian ini menegaskan ke-Maha kuasaan Allah atas ciptaan-Nya. Diperlihatkan juga dalam bagian ini bahwa Allah memiliki peran utama dalam sejarah Israel.

Yesaya 43:18-19         Mengapa Allah menghendaki umat untuk tidak terus menerus mengingat dan mengenang masa lalu?

Kehancuran Yerusalem dan Bait Suci merupakan pukulan berat bagi bangsa Israel. Alkitab mencatat kepedihan umat Allah atas hancurnya Yerusalem dan Bait Suci dalam kitab Ratapan. Kehancuran itu semakin menyakitkan ketika bangsa Israel dibuang ke Babel. Dalam situasi dan keadaan yang terpuruk itu, bangsa Israel mengenang kembali karya keselamatan yang Allah lakukan di masa lalu.

Pembebasan umat Allah dari perbudakan di Mesir. Mereka mengenang dan terus mengingat peristiwa itu seolah-olah karya Allah hanya dinyatakan di masa lalu. Yesaya hadir ditengah-tengah umat, untuk menyampaikan kepada mereka bahwa Allah terus bekerja disepanjang sejarah kehidupan umat-Nya.

Allah tidak pernah berhenti berkarya. Di masa lalu, kini, dan hari esok, Allah akan terus menyatakan Rencana-Nya.

Allah memang menghukum umat-Nya yang telah berlaku tidak taat dan tidak setia, namun Allah Israel adalah Allah yang penuh kasih. Allah telah merencanakan pemulihan atas kehidupan umat-Nya.

Allah tidak selamanya murka. Allah memberikan kepada umat-Nya kesempatan untuk bertobat dan berubah. Allah telah memiliki rencana atas masa depan bangsa Israel. Itulah sebabnya melalui Yesaya, Allah mengingatkan umat-Nya agar tidak hanya mengenang dan mengingat masa lalu. Tetapi juga harus memandang masa depan.

Masa lalu memang indah untuk dikenang, namun juga menyakitkan untuk tetap diingat. Masa lalu mengandung suka dan duka bagi setiap umat Allah. Akan tetapi ada banyak hal yang dapat dipelajari dari masa lalu yang dapat menjadi kekuatan untuk tetap memandang masa depan. Bertobat dan memperbaharui diri merupakan tindakan nyata bagi seseorang yang tidak lagi terjebak akan masa lalunya.

REFLEKSI
Sudahkah kita merenung dan mengingat karya kasih Allah dalam perjalanan hidup kita? Sudahkah kita bersyukur dan berkomitmen memberikan yang terbaik bagi Allah?

TEKAD
Saya mau terus berkomitmen untuk sungguh-sungguh bertobat dan mengubah sikap hidup saya. Saya mau memberikan yang terbaik bagi Allah.

TINDAKAN
Berdoa dan merenungkan firman Allah. Melatih diri setiap hari untuk mengambil waktu mengevaluasi hal-hal yang telah dilakukan dan belum dilakukan dilandasi oleh firman Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«