suplemenGKI.com

Senin, 7 Juli 2014.

06/07/2014

Kejadian 25:19-21.

 

Ishak Berdoa Sebagai Seorang Pemohon

Pengantar.
Setiap orang ketika menghadapi: persoalan, masalah, kesulitan dalam hidupnya, ia akan berusaha untuk: mengatasi, menghadapi, melewatinya. Berbagai cara mungkin akan dilakukannya, berharap melalui usahanya itu ia dapat keluar dari keadaan itu. Begitu juga ketika seseorang mendambakan (membutuhkan) sesuatu, ia akan berjuang untuk mencari, mengais atau mengejarnya.

praying

praying

Hari ini kita belajar dari seorang tokoh bernama Ishak, terkait dengan kebutuhanya akan seorang anak di saat istrinya Ribka tidak bisa memiliki anak alias mandul. Apa tindakan yang dilakukan oleh Ishak dalam menghadapi  kenyataan itu?

 

Pemahaman:

  1. Bagaimana perasaan perempuan Israel ketika ia tidak bisa mempunyai anak/mandul?
  2. Bagaimana sikap Ishak di saat istrinya Ribka tidak bisa mempunyai anak/mandul?

Dalam Alkitab kita mengenal: Sara, Ribka, Rahel dan Hana adalah perempuan-perempuan yang mandul sehingga pernikahan mereka tidak memiliki anak-anak sampai usia yang cukup tua. Kenyataan tersebut merupakan pengalaman yang menyedihkan bagi mereka (Band Kej. 16 Karena dirinya mandul, Sarai mengijinkan Abram suaminya menghampiri Hagar budaknya, Kej 30:1 Rahel sangat cemburu kepada Lea kakaknya, 1Sam 1:15 Hana sangat bersusah hati) Semua itu menegaskan betapa perasaan mereka bersedih, susah dan menderita karena kemandulannya. Bisa jadi karena kemandulannya perempuan-perempuan itu merasa harga dirinya jatuh. Dalam keadaan seperti itu tentu mereka sangat membutuhkan penghiburan, penerimaan dan dihargai terutama oleh pasangan mereka. Penghargaan macam apa yang paling dibutuhkan? Ishak memberikan teladan yang sangat baik ketika istrinya Ribka mandul. Alkitab mencatat “Berdoalah Ishak kepada Tuhan untuk istrinya, sebab istrinya itu mandul” Kata berdoa dalam bahasa Ibrani pada bagian ini (Kej 25:21) adalah “Atar” artinya Berdoa sebagai pemohon dengan permohonan yang sangat. Dari kata Atar – pemohon, maka dapat dimengerti dengan jelas Ishak berdoa untuk istrinya adalah suatu tindakan yang terus-menerus bukan hanya sekali atau beberapa kali. Berdoa yang dilakukan secara  terus-menerus kepada Tuhan menunjukan sikap berharap kepada Tuhan secara total. Berharap secara total dalam doa kepada Tuhan adalah sikap terbaik yang bisa kita lakukan di saat kita menghadapi pergumulan maupun membutuhkan sesuatu, karena dengan begitu berarti kita berharap hanya kepada Tuhan yang empunya segala sesuatu.

 

Refleksi:
Berdiam dirilah sejenak, pikirkanlah apakah kita sudah berdoa secara terus-menerus ketika kita menghadapi pergumulan hidup? Jika ia berarti kita berharap hanya kepada Tuhan sang empunya segala sesuatu.

 

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar saya mulai belajar berdoa secara terus-menerus kepada Engkau ketika menghadapi pergumulan hidup, dengan demikian saya berharap hanya kepada Engkau saja.

 

Tindakan:
Saya akan berdoa secara terus-menerus kepada Tuhan ketika saya menghadapi setiap pergumulan hidup maupun membutuhkan sesuatu, bukan menggerutu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«