suplemenGKI.com

DIA SELALU SERTAKU

Yesaya 43:1-7

 

Pengantar
Di suatu malam, seorang anak berusia 5 th terbangun dan menjerit ketakutan dikarenakan listrik yang tiba-tiba padam. Sang ayah segera menghampiri dan memeluk anaknya yang sedang ketakutan. Saudara, ketakutan dan kekhawatiran seringkali datang silih berganti. Namun, terkadang kita lupa bahwa ada Tuhan yang senantiasa menyertai kita. Ketika Tuhan menyertai kita, seharusnya tak perlu lagi hidup dalam keputusasaan. Bacaan hari ini merupakan janji penyertaan Tuhan dalam kehidupan bangsa Israel yang hidup dalam keputusasaan dalam masa pembuangan di Babel. Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1,4         : Apakah yang Tuhan nyatakan kepada Bangsa Israel yang hidup dalam masa pembuangan di Babel?
  • Ayat 2,5,6      : Bagaimanakah wujud penyertaan Tuhan dalam kehidupan bangsa Israel?

Yesaya 43 adalah kitab yang ditulis pada masa akhir pembuangan umat Israel di Babel. Kondisi bangsa Israel saat itu mengalami keterpurukan dan merasa diri tidak berharga di hadapan Tuhan. Mereka merasa bersalah atas kejahatan yang dilakukan. Oleh karena itulah, bangsa Israel berpikir bahwa Allah tidak mau menyelamatkan mereka lagi. Akibatnya adalah mereka mengalami ketidaktenangan akan nasib bangsanya. Tetapi di sisi lain, mereka tidak tahu bahwa Raja dari Persia, yaitu Raja Koresy (memerintah tahun 558-529 sM ), akan menyerang Babel dan memulangkan orang-orang Israel ke tanah mereka.

Orang Israel keliru dalam menilai Allah. Sekalipun mereka dalam bahaya dan kesusahan, Allah tetap tulus mengasihi. Allah memberikan pernyataan-Nya bahwa Israel adalah kepunyaan Tuhan ( ayat 1 ). Dan oleh karena Israel adalah milik Tuhan, maka Israel berharga dan mulia di mata Tuhan ( ayat 4 ). Allah yang telah menebus mereka dari tanah Mesir, akan senantiasa menyertai.  Pernyataan Allah di ayat ke 2 yang berkata, “ Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau”, hendak menyatakan kehadiran Allah dalam kehidupan umat-Nya ketika mereka mengalami kesulitan dan bahaya yang besar. Dengan janji penyertaan-Nya itulah, Allah juga meminta Israel untuk tidak takut karena anak cucu mereka akan diberkati oleh Tuhan (ayat 5-6). Dengan demikian kita melihat kesetiaan Allah yang begitu besar dalam kehidupan umat-Nya. Ia tidak membiarkan bangsa Israel tertindas. Penyertaan-Nya begitu sempurna, memulihkan, dan memberikan pengharapan yang baru.

Refleksi
Tutuplah mata sejenak, hembuskan nafas secara perlahan. Dalam keheningan, ingatlah bagaimana Tuhan menyertai saudara dalam berbagai keadaan. Renungkanlah: Sudahkah kita membalas penyertaan Allah yang sempurna itu dengan hidup setia kepada-Nya?

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama ini aku seringkali meninggalkan Engkau dalam masa-masa sulitku. Ajarku untuk tetap setia kepada-Mu.

Tindakanku
Mulai hari ini aku belajar untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan yang sempurna dengan tetap setia dalam berbagai situasi dan kondisi kehidupan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«