suplemenGKI.com

Yesaya 43:1-7

Kemuliaan Tuhan Nyata dalam Kasih Karunia-NYA

 

Pengantar
Kitab Yesaya 43 ini berbicara tentang pembebasan bangsa Israel dari pembuangan di Babel. Dasar pembebasan ini bukanlah karena kebaikan yang dilakukan oleh bangsa Israel, akan tetapi karena kasih setia Allah yang tiada habisnya terhadap umat-Nya.

Pemahaman
Mengapa Allah memakai 2 (dua) istilah yang berbeda – “Yakub” dan “Israel” – pada waktu menyapa umat-Nya?

Meski nama “Yakub” dan “Israel” merujuk pada satu pribadi yang sama, namun kedua nama itu memiliki pemahaman yang sangat berbeda satu sama lain. Nama Yakub mungkin merupakan bentuk singkatan di dalam bahasa Ibrani yang berarti: Tuhan melindungi. Namun arti plesetannya adalah: ia berdusta (bnd. Kej. 27:36). Hidup tipu menipu ini juga sangat mendominasi hubungan Yakub dengan Laban, sang paman yang sekaligus juga mertuanya (Kej. 29 – 31). Dengan demikian nama Yakub sebenarnya mengingatkan suatu kehidupan yang sarat dengan dosa, tidak memahami kehendak Allah.

Walaupun demikian, Allah mengasihi Yakub. Allah menguatkan Yakub ketika sedang melarikan diri dari Esau. Allah juga memberi dia nama baru, yaitu Israel, setelah Yakub bergumul dengan Allah di Pniel. Meski menurut kitab Hosea 12:2-4 pergumulan Yakub tersebut merupakan wujud pemberontakannya kepada Allah, tapi Allah tetap memilihnya dan memberkatinya.

Penyebutan nama “Yakub” dan “Israel” memberikan gambaran siapa sebenarnya bangsa Israel yang sedang dalam pembuangan itu. Mereka adalah orang berdosa yang sedang menjalani hukuman. Namun, meski mereka sedang menjalani penghukuman akibat dosa dan pemberontakannya, mereka tidak ditinggalkan Allah. Sebaliknya, Allah tetap mengasihi mereka serta menebus mereka. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa tindakan Allah atas umat-Nya tidaklah dikarenakan adanya suatu syarat tertentu, melainkan karena memang Allah ingin melakukannya.

Refleksi
Sebagaimana kasih Allah yang tak bersyarat kepada bangsa Israel, demikian pula Allah mengasihi kita. Bila Allah melakukan segala kebajikan atas kita, maka tindakan Allah itu bukanlah karena kebaikan kita, melainkan karena Allah memang ingin mengasihi kita. Apabila Dia telah berjanji, Dia itu tidak akan pernah mengingkari janji tersebut. Sekalipun kita tidak setia, namun Dia akan tetap setia.

Tekad
Mengingat kasih setia Tuhan yang begitu luar biasa atas hidup kita, maka sudah sepatutnya kita bertekad untuk tetap mengasihi Dia, bukannya menyia-nyiakan kasih setia-Nya itu. Meski harus “jatuh bangun”, kiranya tekad untuk semakin mengasihi Dia itu kian membara dalam hidup kita.

Tindakan
Tekad untuk semakin mengasihi Dia itu dapat kita mulai dengan mengingat kembali segala kebaikan yang telah Tuhan kerjakan di dalam hidup kita. Semuanya dapat kita tuliskan di secarik kertas, kemudian mengucap syukur atas karya demi karya yang telah dikerjakan-NYA atas kita itu.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«