suplemenGKI.com

HATI YANG MENYAMBUT

Zefanya 3:14-20

 

PENGANTAR
Berita seperti apakah yang diharapkan ketika seseorang menerima surat?  Pasti mengharapkan berita baik. Bukan sebaliknya.  Wajar bila kemudian seseorang sangat antusias menyambut berita tersebut.  Bahkan dengan sukacita pula membagi berita tersebut kepada orang lain.  Keadaan seperti itulah yang menggambarkan ajakan firman Tuhan yang diterima Zefanya.  Apa maknanya?  Dan apa tujuan berita tersebut disampaikan?  Mari kita pelajari melalui bacaan hari ini.

PEMAHAMAN
Ayat 14, 16: Apa isi ajakan Firman Tuhan yang diterima Zefanya?
Ayat 15, 17: Apa alasan dari ajakan tersebut?
Ayat 18, 19: Apa yang Allah akan lakukan bagi umatNya?

Apa yang saudara lakukan ketika menerima kabar baik?
Mengapa saudara berespons seperti itu ketika menyambut kabar baik?

Situasi Israel ketika era Zefanya sudah terpecah, Utara dan Selatan dan keduanya berada dalam periode keterpurukan sosial, politik dan spiritual.  Meskipun pemimpin Israel naik dan turun, sikap Israel masih condong ke illah-illah lain.  Situasi ini diperparah oleh kehidupan beragama yang memberi tekanan penting pada ritualisme lahiriah, sehingga ibadah hanya sebagai simbol atau identitas, bukan sebagai tanda pertobatan.  Kehidupan Israel yang seperti ini sebenarnya merupakan bentuk pemberontakan kepada Allah dan perendahan harkat sebagai umat pilihan.  Di Tengah segala kesulitan itu, Zefanya yang hadir sebagai pelayan pada jaman raja Yosia tetap memiliki pengharapan.  Zefanya tidak terpaku pada keadaan dan proses yang sulit, melainkan menatap masa depan dengan penuh keyakinan, bahwa selama Israel berkenan bertobat, Allah pasti memulihkan.  Zefanya menyerukan agar umat Tuhan bersorak-sorai, bernyanyi dan bersukacita dengan segenap hati, karena ia melihat Tuhan, “menyudahi hukuman” atas umatNya (ayat 14-15).  Bukan hanya itu, Tuhan pasti membaharui umatNya dalam kasih (ayat 15-17) dan akan memulihkan keadaan umatNya(ayat 18-20).   Zefanya meyakini bahwa kondisi sesulit apapun tidak boleh menghalangi Israel untuk hidup berpengharapan dalam kesetiaan.

Kehidupan Israel tidak ubahnya dengan kehidupan kita yang penuh dosa.  Allah yang seharusnya tidak mengampuni dan membuang manusia, justru adalah Allah yang memberikan anugrah pengampunannya.  Allah mengajak manusia untuk merespons anugrahNya dengan hati yang penuh sukacita.  Hati yang bertobat adalah hati yang telah menyadari betapa besar anugrah dan kasihNya Allah kepada manusia.  Selayaknyalah manusia menyambut Allah dengan penuh syukur, sesulit apapun hidup yang dijalani kini.  Minggu Adven menjadi simbol sekaligus ajakan kepada umat untuk merespons janji Tuhan yang memulihkan keadaan sesulit apapun.  Mari kita bersama menyambut janji dan kedatangan Tuhan dengan hati yang penuh sukacita.

REFLEKSI                                                                          
Mari merenungkan: sesungguhnya tidak ada keadaan sesulit apapun yang memisahkan diri kita dengan kasih Allah.

TEKADKU
Aku mau bersyukur dan bersukacita karena Tuhan mengampuni dan memulihkanku.

TINDAKANKU
Aku mau memberi yang terbaik, melayani dan membuka hatiku buat Tuhan sebagai bentuk sukacitaku atas pengampunanNya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«