suplemenGKI.com

Senin, 7 April 2014

06/04/2014

Yesaya 50 : 4 – 9

 

KERELAAN HATI YANG MEMBUAHKAN PEMBELAAN

 

Pengantar
Salah satu kunci dari upaya menghadirkan kehidupan yang bermakna adalah adanya pemahaman seseorang tentang siapa dirinya secara baik dan benar. Jika seseorang memiliki pemahaman tentang siapa dirinya secara baik dan benar maka akan ada kerelaan hati dan dorongan untuk menghadirkan sebuah kenyataan hidup yang bermakna (sesuai jati dirinya). Adapun bacaan Alkitab hari ini mengajak kita untuk melihat bagaimana seorang yang disebut sebagai hamba TUHAN memahami keberadaan dirinya secara baik dan benar, sekaligus juga bagaimana ia memahami ALLAH dalam situasi hidupnya. Untuk lebih jelasnya mari kita membaca dan mempelajari apa yang dinyatakan dalam Yesaya 50 : 4 – 9.

Pemahaman
Ayat 4 – 6            :  Bagaimana pemahaman sang hamba TUHAN tentang
                                    dirinya?
Ayat 7 – 9            :  Bagaimana pemahaman sang hamba TUHAN tentang
                                    ALLAH ? 

Sang hamba TUHAN memahami dirinya sebagai seorang murid yang rela untuk dibentuk dan dipakai dalam kepatuhan bahkan ketika harus menghadapi perlakuan yang tidak baik (direndahkan dan dihina) oleh orang lain. Dengan kerelaan hati untuk dibentuk dan dipakai maka ia akan dapat menjalankan tugas yang menjadi berkat bagi orang lain, menjadi pemberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. 

Bagi sang hamba TUHAN, ALLAH tidak akan berdiam diri terhadap segala situasi yang dihadapinya. ALLAH tidak akan pernah meninggalkannya, TUHAN adalah penolongnya. IA akan meneguhkan hatinya. ALLAH selalu bersamanya, bahkan dalam ketertindasannya. ALLAH tidak akan mempermalukan dia, bahkan akan membenarkannya. Inilah sikap dan penghayatan iman yang patut dimiliki oleh setiap pengikut dan murid TUHAN. 

Refleksi
Marilah kita merenungkan: “Siapa diri kita ini ?” Dan apakah kita telah secara rela hati dan mendorong diri untuk mewujudkan sebuah kehidupan yang bermakna (sesuai jati diri kita) ? Serta bagaimana kita memahami ALLAH dalam situasi hidup kita selama ini? 

Tekad
Ya TUHAN, tolonglah saya agar dapat makin memahami diri saya sebagai hamba dan murid TUHAN serta memandang TUHAN sebagai penolong yang setia. 

Tindakan
Mulai hari ini, saya sedia memiliki kerelaan hati untuk dibentuk dan dipakai TUHAN untuk mebawa penghiburan bagi mereka yang letih lesu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«