suplemenGKI.com

1Raja 19:1-8

 

Tuhan Tidak Membiarkan Umat-Nya Terpuruk

Pengantar:
            Tidak jarang ketika seseorang yang dalam perjalanan hidup dan karier atau pekerjaannya mengalami kesuksesan luar biasa, ia akan merasa bangga. Bahkan tidak jarang dia akan jatuh pada sikap hati yang sombong. Tetapi kesuksesan, keberhasilan dan promosi yang didapat bukanlah sesuatu yang bersifat kekal. Suatu saat bisa lenyap, hilang jika tidak mensyukuri sebagai anugerah dari Tuhan. Ketika semuanya itu hilang lenyap, seseorang pasti sangat terpuruk dan putus asa. Bacaan kita hari ini mengisahkan suasana keterpurukan dan keputusasaan yang dialami oleh nabi Elia, setelah ia sukses mengalahkan empat ratus lima puluh nabi baal (1Raja 18:19, 20-40) Bagaimanakah kisah keterpurukan Elia, mari kita perhatikan 1Raja 19:1-8.

Pemahaman:

  1. Apakah yang menyebabkan Elia megalami ketakutan? (v. 1-2)
  2. Apakah yang dilakukan Elia, ketika mendengar ancaman dari Izebel? (v. 3-5a)
  3. Apakah yang dilakukan oleh Tuhan, terhadap Elia yang sedang terpuruk? (v. 5b-8)

Izebel, seorang istri yang mendominasi kehidupan Ahab suaminya yang adalah seorang raja. Mengapa bisa demikian, karena Ahab sebagai suami tidak punya prinsip, lemah dan mudah dikendalikan oleh Izebel. Izebel perempuan jahat yang menentang segala sesuatu yang mewakili Allah. Salah satu tindakkan kejahatannya adalah melenyapkan nabi-nabi Tuhan kemudian bersekutu dengan nabi-nabi baal. Maka ketika Elia berhasil mengalahkan empat ratus lima puluh nabi baal, Izebel kemudian mengancam akan membunuh Elia (v. 1-2). Atas ancaman Izebel itulah Elia menjadi sangat ketakutan kemudian melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya. Sayangnya pelarian Elia itu justru pelarian yang menyebabkannya semakin terpuruk, sehingga merasa bahwa mati adalah jalan terbaik baginya (v. 4) Tetapi di tengah keterpurukannya itu, Tuhan turun tangan menolongnya. Melalui Malaikat-Nya Tuhan datang menyadarkan Elia dengan berkata “Bangunlah, makanlah” Hal itu dilakukan sebanyak dua kali, berarti memang Tuhan tidak pernah membiarkan Elia terpuruk dalam keputusasaannya. Dan oleh pertolongan Tuhan akhirnya Elia bangkit dan berjalan menuju ke gunung Allah, yaitu gunung Horeb.

 

Refleksi:
Saudara, pernahkah engkau mengalami keterpurukan yang sangat hebat sehingga engkau merasa hidup ini tidak ada gunanya lagi? Hari ini kita disadarkan apapun yang membuat kita terpuruk, jangan menjauh dari Tuhan, melainkan semakin mendekatlah kepada Tuhan.

 

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar apapun yang menimpa kehidupan ini, saya tidak sampai terpuruk dan putus asa, apalagi mau mengakhiri hidup ini yang sangat berharga di mata-Mu.

 

Tindakan:
Ketika berada dalam pergumulan hidup yang bisa membuat keadaan menjadi terpuruk, saya mau semakin bersandar kepada Tuhan Yesus Sang penolong sejati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«