suplemenGKI.com

Keluaran 32:1-14

 

Uji Ketaatan Selama Masa Penantian

 

Pengantar
Bagi banyak orang, menanti bukan pekerjaan yang menyenangkan. Lebih-lebih ketika tanda-tanda kepastiannyapun tak kunjung tampak. Ada kalanya penantian itu berkaitan dengan ketaatan. Bukankah jauh lebih mudah untuk bersikap taat ketika kita sedang diawasi daripada tetap taat walaupun tak seorangpun melihat perbuatan kita. Ujian ini dialami oleh bangsa Israel yang saat itu baru saja menerima titah Tuhan melalui Musa, antara lain agar mereka tidak menyembah ilah-ilah lain selain Tuhan yang telah membawa mereka keluar dari Tanah Mesir (Kej. 20:3-5). Merekapun berjanji untuk melakukan semua perintah Tuhan (Kej. 24:3). Namun ketika menanti-nantikan Musa yang tak kunjung kembali dari puncak gunung, merekapun melanggar janji ketaatan mereka (Kej. 32:1).

Pemahaman

-          Ay. 1              :  Menurut Sdr apa yang dijadikan alasan oleh Bangsa Israel ketika
mendesak Harun agar membuatkan mereka allah? Apa pula
tujuan pembuatan allah tersebut?

-          Ay. 2-4          :  Dibuat dari apa dan berbentuk apakah allah yang dibuat oleh
Harun? Bandingkan dengan perintah Tuhan yang mereka terima
sesaat sebelumnya (Kej. 20:3-4).

-          Ay. 4-5          :  Apa yang dikatakan oleh Harun dan kemudian dilakukan oleh
Bangsa Israel ketika allah buatan itu selesai dibentuk? Bukankah
yang membawa mereka keluar dari Tanah Mesir adalah Tuhan
(Kel. 20:2) dan Tuhan telah melarang mereka menyembah allah
lain selain Tuhan (Kel. 20:5). Menurut Sdr mengapa Tuhan
melarang mereka sujud menyembah allah buatan tangan
manusia (Kel. 20:5)?

-          Ay. 7-10       :  Menurut Sdr mengapa Tuhan “marah” terhadap Bangsa Israel
ketika mereka sujud menyembah allah buatan tangan manusia
(baca juga Keluaran 20:5)?

-          Ay. 11-14     :  Apa yang menjadi landasan bagi Musa untuk menaikkan doa
syafaat bagi Bangsa Israel dan apa inti dari isi doanya?

Dalam kehidupan seringkali kita dihadapkan pada penantian akan jawaban Tuhan atas doa-doa permohonan kita. Dalam ketidak pastian saat menanti itu apakah kita tetap menyembah Tuhan yang telah menyelamatkan kita ataukah kita berpaling kepada allah-allah palsu? Ketika memberi titah larangan menyembah allah lain, Tuhan pasti mempunyai tujuan yang bermanfaat bagi Bangsa Israel. Tuhan ingin agar terjadi perubahan cara pandang dan karakter pada setiap warga Bangsa Israel, dari bangsa budak menjadi bangsa bebas penerima janji Tuhan. Membentuk dan menyembah allah buatan menjadikan seseorang hidup tidak berlandaskan pada kebenaran Tuhan (menganggap penolong mereka adalah allah palsu buatan manusia sendiri). Dalam kehidupan modern, manusia juga bisa membuat dan mengandalkan allah-allah palsu sebagai sandaran hidup, misalnya jabatan, kekayaan, dan sebagainya. Ketika itu terjadi, maka kehancuran sudah ada di depan mata, cepat atau lambat.

Refleksi
Apakah ada allah-allah palsu dalam kehidupanku? Ketika doa-doa permohonanku serasa belum dijawab oleh Tuhan dan aku merasa seperti dalam masa penantian yang panjang, apakah aku seperti Bangsa Israel yang mudah berpaling pada allah-allah lain?

Tekad
Aku mau menyingkirkan semua allah palsu yang membuatku tidak berkenan di hadapan Tuhan.

Tindakan
Mulai hari ini aku hanya sujud menyembah kepada Tuhan yang benar, Sang Penyelamat dan Penolongku yang sejati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«