suplemenGKI.com

HARI TUHAN

Amos 5:18-20

 

PENGANTAR
“Hari Tuhan” atau yang biasa disebut sebagai “akhir zaman” menjadi salah satu ajaran yang diyakini  semua agama formal di Indonesia. Meski isi dan pemaknaannya berbeda, namun semuanya menegaskan hadirnya hari akhir itu. Bagaimana Alkitab, khususnya nabi Amos memahami hari Tuhan?  Mari kita baca dan pelajari! 

PEMAHAMAN

  • Ayat 18           : Pesan apa yang nabi Amos sampaikan kepada umat?
  • Ayat 19-20      : Bagaimana nabi Amos menggambarkan hari Tuhan?
  • Pernahkah saudara membayangkan hari Tuhan? Apa yang saudara bayangkan?
  • Apa makna hari Tuhan bagi saudara?

Amos adalah nabi pertama dalam Alkitab yang pesannya dicatat secara terperinci.  Amos berasal dari sebuah kota di Yehuda, tetapi dia berkotbah kepada orang-orang Israel di kerajaan utara sekitar pertengahan abad kedelapan Sebelum Masehi.  Ia seorang peternak domba dan seorang pemungut buah ara hutan dari Tekoa, sebuah desa sekitar 16/19 KM jauhnya di selatan Yerusalem. Allah memanggilnya untuk bernubuat kepada Kerajaan Israel Utara 50 tahun  sebelum pembuangan ke Asyur.  Berita Ilahi yang disampaikan nabi Amos dan respons orang-orang Israel terhadap berita tersebut sangat berkaitan dengan situasi bangsa Israel maupun Yehuda pada masa itu.  Dimana banyak orang hidup makmur, ibadah dipentingkan, dan negeri Israel nampaknya damai.  Tapi nabi Amos melihat bahwa yang mengecap kemakmuran hanyalah para hartawan yang memperkaya diri dengan hasil penindasan dan ketidakadilan terhadap orang miskin. Orang menjalankan ibadah dengan hati yang tidak tulus dan keadaan damai hanya tampak dari luar.

Dalam konteks inilah, berita tentang “Hari Tuhan” diwartakan kepada orang-orang Israel, yang adalah umat Allah sendiri.  Nabi Amos menjelaskan hari Tuhan sebagai keadaan yang penuh “kegelapan”  dan “tidak bercahaya” (ay.20).  Tidak seorangpun mampu bertahan berdiri, “seperti seseorang yang lari terhadap singa” dan “ular memagut dia” (ay.19).  Dari apa yang nabi Amos sampaikan, kita belajar ketegasannya mewartakan “Hari Tuhan”  sebagai penghukuman atas dosa-dosa umatNya.  Ia berkata dengan tegas “celakalah yang menginginkan hari Tuhan” (ay.7).  Dengan berani dan penuh semangat, nabi Amos menyampaikan kemarahan Allah atas dosa-dosa umat-Nya, sekaligus pesan penting bahwa Allah akan menghukum bangsa Israel jika tidak berbalik kepada Allah.  Disisi yang lain, nabi Amos menyampaikan kesempatan yang Tuhan berikan bahwa umat seharusnya menyadari tindakan Allah di hari-Nya bukan sekadar hari penghukuman, tapi juga merupakan rangkaian kesempatan yang Ia berikan di masa lalu dan kini untuk kembali pada Allah dan menjadi pribadi yang lebih baik. 

REFLEKSI
Mari renungkan: sesungguhnya berita “Hari Tuhan” mengingatkan kesempatan yang Dia berikan agar kita memiliki iman yang teguh dan menjadi pribadi yang lebih baik dibanding hari-hari lalu.

TEKADKU
Tuhan tolonglah, agar aku memiliki kepekaan mendengar peringatan-Mu.  Teguhkan aku agar mampu menjaga komitmen mau terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

TINDAKANKU
Aku mau selalu mempersiapkan diri menyambut “Hari Tuhan” dengan terus beriman dan menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.  Sehingga, akhir hidupku berkenan kepada-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«