suplemenGKI.com

Senin, 6 Mei 2019

05/05/2019

MAU DIPAKAI TUHAN

Kisah Para Rasul 9:32-35

Pengantar
Ketika kita mendoakan orang yang sedang sakit, apakah yang kita pikirkan? Apakah kita benar-benar percaya ketika kita berdoa bagi orang sakit itu, kuasa Tuhan Yesus dinyatakan dan orang yang sakit itu bisa sembuh? Apalagi ketika orang yang kita doakan itu mengalami sakit yang parah atau bahkan seperti tidak ada harapan untuk sembuh? Terkadang kita hanya sekedar berdoa saja atau bahkan berdoa dengan ragu. Bagaimanakah sikap kita seharusnya? Mari kita belajar dari Petrus.

Pemahaman

  • Ayat 32          : Apakah yang dilakukan oleh Petrus di Lida?
  • Ayat 33          : Siapakah Eneas? Bagaimana kondisi Eneas ketika bertemu dengan Petrus?
  • Ayat 34-35    : Apakah yang dilakukan Petrus kepada Eneas? Apakah yang terjadi setelah Eneas disembuhkan?

Ketika penganiayaan terjadi, para rasul memilih untuk tetap tinggal di Yerusalem (8:1). Setelah keadaan mulai damai, Pada saat itu Petrus menggunakan kesempatan itu untuk kembali melanjutkan pelayanannya yaitu untuk berjalan mengelilingi daerah itu. Tujuannya adalah tidak hanya untuk mengabarkan Injil, tetapi juga mengunjungi orang-orang kudus yang ada di Lida, serta mengajar dan menguatkan iman jemaat yang ada disana. Kemudian di dalam perjalanan itu ia berjumpa dengan seorang yang bernama Eneas. Eneas adalah seorang yang tinggal di Lida yang mengalami lumpuh selama delapan tahun dan hanya bisa terbaring di tempat tidur saja. Kondisi ini membuatnya menderita karena ia tidak bisa melakukan apa-apa.

Ketika Petrus mendapati Eneas dengan kondisi yang lemah itu, ia kemudian berkata kepada Eneas: “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” Petrus menyembuhkan Eneas dengan kuasa dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Petrus telah melihat pelayanan Yesus saat melakukan mujizat. Ketika Yesus berkata kepada seorang lumpuh di Kapernaum untuk mengangkat tilam dan berjalan (Mat. 9:6; Mrk. 2:11; Luk. 5:24). Yesus juga mengatakan hal yang sama kepada orang lumpuh yang ada di kolam Betesda di Yerusalem (Yoh. 5:8). Petrus melakukan hal yang sama seperti Yesus, dan kuasa Yesus bekerja dalam diri Petrus. Eneas, orang yang lumpuh selama delapan tahun itu sembuh dan segera bangkit! Dan semua orang di Lida dan Saron yang menyaksikan mujizat itu, mereka mau berbalik dan percaya kepada Tuhan (Ay. 35). Petrus mau dipakai oleh Tuhan, dan Roh Kudus menyertai pelayanannya. Petrus juga percaya akan kuasa Tuhan yang ada dalam dirinya.

Refleksi
Renungkanlah: Roh Kudus bisa memakai siapa saja untuk menyatakan karya-Nya. Pertanyaannya adalah maukah kita dipakai untuk menyatakan karya Tuhan dan sungguh-sungguh percaya atas kuasa Tuhan yang bekerja dalam diri kita?

Tekadku
Ya Tuhan, tolong saya saya untuk bersedia untuk Tuhan pakai menjadi alat untuk menyatakan karya-Mu dan sungguh-sungguh percaya akan kuasa-Mu.

Tindakanku
Mulai sekarang, saya akan mendoakan orang yang sakit dengan penuh keyakinan bahwa Roh Kudus akan bekerja dan berkarya, sehingga saya tidak akan pernah berdoa dengan rasa ragu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»