suplemenGKI.com

Senin, 6 Maret 2017

05/03/2017

Tidak Dihalangi Oleh Zona Nyaman

Kejadian 12:1-4

 

Pengantar
John Sung merupakan seorang pria berkewarganegaraan Tiongkok yang lahir pada tahun 1901. John Sung pun memiliki niat untuk melanjutkan studi di Amerika Serikat selepas ia menamatkan SLTA. Tahun 1920 dia pun mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya di Universitas Wesley di Ohio. Tahun 1923, Sung mendapatkan ijazah, medali emas dan uang tunai untuk fisika dan kimia. Tawaran kedudukan tinggi dan gaji besar pun berdatangan kepadanya. Sembilan bulan kemudian, Sung kembali mendapatkan ijazah dan kunci emas untuk sains. Lalu dalam waktu 1 tahun dan 9 bulan, Sung berhasil mendapatkan gelar Ph.D. Sesungguhnya John Sung berada di dalam posisi nyaman dan aman dengan berbagai ijazah dan medali yang dia miliki. Dengan semua itu, tentu dia akan mendapatkan karir yang baik. Namun ternyata dia mendapatkan panggilan TUHAN untuk menerjunkan diri dalam karya pekabaran Injil. Dalam perjalanannya kembali ke daratan Cina, Sung pun membuang semua medali dan ijazahnya. Dia rela melepaskan zona nyamannya, sehingga semua itu tidak menghalanginya untuk hidup secara total melayani Tuhan.

Pemahaman 

  • Ayat 1-3 : Apa yang menjadi perintah TUHAN kepada Abram?
  • Ayat 4     : Bagaimanakah respon Abram terhadap perintah TUHAN?

Sama halnya dengan John Sung, maka Abram sesungguhnya melepaskan apa yang menjadi zona nyamannya. Di dalam ayat 1, ALLAH menyuruh Abram untuk pergi dari sanak saudara dan rumah bapanya ke negeri yang ALLAH tunjukkan. Abram diperintahkan untuk pergi dari apa yang nyaman kepada sesuatu yang tidak pasti, karena Abram tidak tahu negeri seperti apa yang ALLAH sediakan.

Tidak ada yang lebih aman dan nyaman daripada berada di rumah dan di tengah keluarga, karena di sana ada kehangatan dan perlindungan. Tetapi ketika ALLAH menyuruh Abram untuk pergi dari apa yang menjadi zona nyamannya, ALLAH tidak meninggalkannya.  Manakala Abram merasakan sebuah ketidakpastian, ada kepastian yang ALLAH nyatakan lewat berkat yang Ia curahkan atas Abram dan keluarganya.

Lewat kepastian yang ALLAH nyatakan, Abram pun kemudian mengambil langkah konkret dengan pergi meninggalkan apa yang nyaman itu dan menjalani apa yang TUHAN perintahkan. Abram pun menghayati bahwa apa yang ia miliki saat ini tidak boleh menghalanginya untuk memiliki totalitas di dalam TUHAN.

Apakah zona nyaman kita yang seringkali menghalangi totalitas penyerahan diri kita kepada TUHAN? Apakah itu keluarga kita? Harta benda kita? Pekerjaan atau usaha kita? Gelar pendidikan kita?

Refleksi
Perhatikanlah pagar pintu rumah Anda. Pagar itu ada untuk melindungi rumah Anda dan menghalangi orang jahat masuk. Dalam hidup beriman, apakah Anda membangun pagar zona nyaman sehingga menghalangi Anda untuk mempersembahkan totalitas hidup kepada TUHAN?

Tekadku
Ya TUHAN, mampukan aku untuk tidak membiarkan apa yang aku miliki saat ini menghalangiku untuk hidup mengikut  TUHAN secara total.

Tindakanku
Dalam perjalanan iman di masa Pra Paskah ini aku akan terus belajar menyangkal diri sehingga segala hal yang kumiliki (dan memberi kesenangan) tidak menghalangiku untuk hidup mengikut KRISTUS secara total. Aku akan berani mengatakan tidak pada…….. bila itu membuatku tidak taat pada TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«