suplemenGKI.com

Senin, 6 Juni 2016

05/06/2016

MENGENDALIKAN KEINGINAN

1 Raja-Raja 21:1-4

 

Pengantar
Setiap orang pasti memiliki keinginan. Ada kalanya keinginan itu dapat terpenuhi dan tidak terpenuhi. Ketika keinginan terpenuhi maka yang dirasakan adalah kegembiraan. Tetapi apabila keinginan itu tidak terpenuhi, maka kecewa melanda. Ada juga yang tetap menerima meskipun berat. Di sisi lain, ada orang-orang yang melakukan berbagai cara agar seluruh keinginannya dapat terwujud. Tidak peduli benar atau pun salah cara yang dilakukannya. Orang yang demikian adalah orang yang ambisius dan penuh ketamakan. Berbicara tentang keinginan, ada seorang tokoh dalam Alkitab yang juga memiliki suatu keinginan. Apakah keinginannya dapat terwujud sesuai dengan harapannya? Mari kita perhatikan bersama.

Pemahaman

  • Ayat 1-2 : Mengapa Ahab mengingini kebun anggur milik Nabot?
  • Ayat 3     : Apa respon yang diberikan oleh Nabot ketika ia mengetahui bahwa Ahab menginginkan kebun anggur miliknya?
  • Ayat 4    : Bagaimana perasaan Ahab ketika permintaannya ditolak? Apa yang ia lakukan ?

I Raja-Raja 21:1-21 menceritakan kisah Raja Samaria, yaitu Ahab yang mengingini kebun anggur milik Nabot, orang Yizreel. Kehidupan Ahab yang bergelimang dengan kelimpahan, ternyata tak mampu membuatnya menjadi seorang yang mencukupkan diri. Melihat kebun anggur yang dimiliki oleh Nabot, timbullah keinginan dari dalam diri Ahab untuk memilikinya. Ahab bermaksud untuk mendatangi Nabot dan mengutarakan keinginannya. Alasannya adalah kebun anggur Nabot akan dijadikan sebagai kebun sayur ( v.2 ). Bahkan Ahab berusaha merayu Nabot dengan berjanji memberikan kebun anggur yang lebih baik atau uang kepadanya. Di sinilah kita melihat keinginan yang dipenuhi dengan ketamakan dalam diri Ahab. Dia memandang benar apa yang dilakukannya. Namun sesungguhnya ini adalah suatu kesalahan dan bertentangan dengan Hukum Taurat. Tuhan melarang penjualan tanah pusaka atau warisan dari nenek moyang. Maka Nabot tidak mengiyakan keinginan Ahab. Melalui perkataan Nabot di ayat 3, dapat kita ketahui bahwa Nabot adalah seorang pengikut Tuhan yang setia dan taat terhadap perintah Hukum Taurat.

Pada saat mengetahui keinginannya tidak terwujud, hati Ahab kesal dan gusar, lalu ia berbaring di tempat tidurnya, menelungkupkan mukanya, dan tidak mau makan ( v.3 ). Ahab tidak mampu mengendalikan keinginannya, maka ketika mendengar jawaban penolakan dari Nabot, ia sangat kecewa dan menjadi patah semangat.

Refleksi
Ambillah waktu hening sejenak. Ingat dan catatlah keinginan-keinginan apa saja yang saat ini timbul dalam diri kita. Renungkanlah: keinginan apakah yang paling sulit untuk dikendalikan? Apa yang menyebabkan keinginan tersebut sulit untuk dikendalikan?

Tekad
Tuhan, mampukanlah aku mengendalikan keinginanku. Ajarku untuk mencukupkan diri dan bersyukur dengan apa yang ku miliki.

Tindakan
Aku akan belajar mengendalikan keinginanku dengan tidak mengingini milik orang lain. Juga di tengah budaya konsumtif di jaman ini, aku akan lebih memilih membeli barang sesuai kebutuhan daripada sekedar memenuhi keinginan. Aku akan belajar mengendalikan keinginanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«