suplemenGKI.com

Senin, 6 Juli 2020

05/07/2020

Waspada Kedegilan Hati

Bacaan Yeremia 13:1-11

 

Pengantar
                Sering kali kita mudah menjadi orang-orang yang menghakimi sesama manusia, kita lebih mudah melihat kesalahan orang lain, kita lebih mudah melihat kelemahan orang lain dan kekurangan orang lain. Sangat sulit sekali kita melihat kelemahan, kesalahan dan kekurangan kita sendiri. Kita senang memposisikan diri selalu lebih baik dari orang lain, apalagi kalau orang itu adalah pesaing kita. Bagaimana bangsa Israel melihat dirinya sendiri dan bagaimana Tuhan melihat bangsa Israel? Mari kita perhatikan bacaan kita hari ini.

Pemahaman
Ay 1-2, Apa Yang Tuhan perintahkan kepada Yeremia?
Ay 3-5, Apa yang Tuhan perintahkan kepada Yeremia berkaitan dengan ikat pinggang?
Ay 6-7, Apa yang Tuhan suruh kepada Yeremia?
Ay 8-10, Apa yang Tuhan jelaskan berkaitan dengan ikat pinggang tersebut?
Ay 11, Apa yang sesungguhnya Tuhan harapkan kepada bangsa Israel?

Tuhan menyuruh Yeremia untuk membeli ikat pinggang lenan dan mengikatkannya pada pinggangnya. Setelah dilakukan oleh Yeremia, maka beberapa waktu berlalu Tuhan memerintahkan Yeremia untuk menaruh ikat pinggang tersebut ke celah-celah bukit batu dekat sungai Efrat. Penjelasan penafsir sungai Efrat ini bukan sungai yang dekat dengan Babel yang jaraknya 550 km, namun berdasarkan bentuk tulisan Ibraninya dapat mengacu ke sungai Parah (dekat daerah kelahiran Yeremia Anatot sekitar 5 km). Jadi Yeremia menyembunyikan ikat pinggang tersebut di celah-celah bukit dekat sungai Parah. Namun setelah beberapa waktu lamanya Yeremia disuruh Tuhan untuk mengambil kembali ikat pinggang yang disembunyikan, ternyata ikat pinggang tersebut sudah lapuk dan tidak berguna untuk apapun.

Setelah Yeremia mengambil ikat pinggang yang lapuk tersebut Tuhan memberikan firman-Nya kepadanya dan menjelaskan kepadanya, bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang congkak, enggan mendengarkan perkataan Tuhan melalui nabi-nabi-Nya. Kedegilan hatinya membawa bangsa Israel jatuh kepada penyembahan berhala, mereka jelas mengikuti allah lain, beribadah serta sujud menyembah kepada berhala tersebut. Seperti ikat pinggang yang lapuk dan tidak berguna inilah bangsa Israel di hadapan Allah.

Sebenarnya Tuhan ingin bangsa Israel seperti ikat pinggang yang melekat pada seseorang. Yang berarti bangsa Israel melekat pada Tuhan di mana Tuhan akan menjadikan bangsa ternama, terpuji dan terhormat bagi kemuliaan Tuhan. Namun bangsa Israel memilih hidup dalam kedegilan hati.

Refleksi
Ambil beberapa menit untuk mengintrospeksi diri. Apakah saya termasuk orang yang taat kepada Tuhan dan Firman-Nya atau termasuk orang yang degil hatinya?

Tekadku
Ya Tuhan sering kali kami mengikuti Engkau hanya bagian yang menyenangkan saja, kalau ada bagian yang tidak menyenangkan kami sering protes kepada Tuhan. Bahkan ketika firman-Mu menegur hati kami, seringkali kami mengeraskan hati. Ampunilah kami ya Tuhan.

Tindakanku
Mulai hari ini saya ingin mengaitkan kebenaran Firman Tuhan dengan hidup saya. Kalau ada bagian hidup saya yang dikoreksi Tuhan melalui firman-Nya akan saya terima dengan baik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«