suplemenGKI.com

Senin, 6 Juli 2012

05/08/2012

I Raja- Raja 19:1-8

Mengalami Tuhan Dalam Keputusasaan

Setiap orang dalam pergumulan hidupnya pasti pernah mengalami keputusasaan.  Keadaan yang seolah tanpa harapan bahwa semua akan menjadi baik.  Bahkan dalam tingkat tertentu, orang yang mengalami seperti itu tidak tahu harus berbuat apa.  Pengalaman itulah yang terjadi dalam diri Elia, seorang nabi besar.

Pertanyaan Penuntun:

  1. Berita apa yang membuat Elia merasa tertekan dan putus asa?  (ayat 1, 2)
  2. Bagaimana respons Elia ketika mendengar berita tersebut?  (ayat 3)
  3. Apa yang terjadi ketika Elia meneruskan perjalanannya sendiri?  (ayat  4)
  4. Apa penilaian Elia terhadap dirinya sendiri? (ayat 4)
  5. Apa yang kemudian Elia alami sehingga ia kuat berjalan 40 hari lamanya? (ayat 5,6)


RENUNGAN

Kuat tidaknya seseorang dalam menjalani kehidupan tidak ditentukan dari jabatan dan pengalaman seseorang, tetapi dari seberapa mampu ia menghadapi dan menyelesaikan pergumulan tersebut secara konsisten.  Dalam konteks ini, Elia tidak bisa dikatakan sebagai pribadi yang kuat, sebab meskipun ia seorang diri pernah mampu mengalahkan nabi-nabi baal sejumlah 450 orang tetapi kemudian Elia tidak berani menghadapi ancaman Izebel yang masih berstatus “berita”.  Keadaan ini memperlihatkan bahwa Elia tidak hanya ketakutan, tetapi juga kehilangan kemampuan berpikir secara nalar dan geografis untuk menganalisa pernyataan Izebel.  Walaupun ia sudah sampai ke Bersyeba (wilayah Yehuda yang jauh dari Yizreel), ia masih merasa perlu masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya. Ketakutannya terus mempengaruhi dan menguasainya hingga ia putus asa dan ingin mati.

Seorang penafsir mengatakan bahwa, “ketakutan dan keputusasaan Elia menunjukkan bahwa ia mengalami krisis rohani yang sangat berat dan hebat, sehingga pengenalan dan imannya kepada Allah sebagai sumber dan pusat dari segala sesuatu, sirna begitu saja. Krisis rohani membuat dia terputus dengan Sang sumber segala kehidupan.  Karena itu tidak heran jika kemudian ia ingin mati saja.”  Mengapa Elia sampai kepada krisis yang demikian parah? Mulai dari ancaman Izebel hingga Elia ingin mati?  Dua kemungkinannya adalah intensitas pergumulan dan sikap Elia yang tidak serta merta mengaitkan pergumulan tersebut dengan TUHAN.  Akibatnya fokus pikirannya ketika menghadapi ancaman itu bukanlah TUHAN yang pernah menolongnya di masa lalu, namun ancaman itu.  Ancaman itu dilihatnya semakin lama semakin banyak, besar dan seolah tak terpecahkan.   Elia putus asa memandang dirinya.  Dalam keadaan demikian, mungkin bagi Elia, TUHAN seolah berdiri jauh tanpa berbuat apapun.  Itu sebabnya, TUHAN mengijinkan Elia sekali lagi berpengalaman bersama diriNya secara pribadi, nyata, dan relevan dengan pergumulannya saat itu.  Di tengah padang gurun dan di tengah ketiadaan upaya apa pun untuk hidup, TUHAN menyediakan makanan yang dibutuhkan Elia. Hal ini menunjukkan bahwa TUHAN hadir dan menyapa Elia.  Alhasil, Elia mendapat keyakinan dan kekuatan baru untuk melanjutkan perjalananNya.

Harus diakui bahwa tidak mudah mengalami TUHAN secara nyata, khususnya ketika dalam keadaan putus asa.  Kebutuhan kita untuk pulih dalam hal tertentu biasanya mendominasi daripada membuka diri terhadap cara kerja TUHAN.  Memang ada kalanya, apa yang TUHAN beri sesuai dengan pergumulan kita.  Namun prinsipnya, TUHAN yang menentukan, bukan kita.  Maka mengalami TUHAN berarti membuka diri terhadap segala kemungkinan yang akan Dia kerjakan dalam hidup kita.  Ijinkanlah Dia menyapa melalui karyaNya, sembari kita juga mengasah kepekaan melalui doa dan refleksi diri.  Percayalah, pengalaman ‘berjumpa’ denganNya akan menguatkan perjalanan hidup kita.

 Karya kasih TUHAN melampui segala keadaan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«