suplemenGKI.com

HIKMAH DI BALIK SETIAP PERISTIWA

Mazmur 126

 

Pengantar
Salah satu group band asal Indonesia, yakni “D Masiv”, pernah mempopulerkan sebuah lagu yang berjudul “Jangan Menyerah”. Berikut adalah penggalan lirik lagu tersebut:

Tak ada manusia yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat

Seakan hidup ini tak ada artinya lagi

Lagu itu mengingatkan kepada kita bahwa manusia sering menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang datang silih berganti. Tidak ada kehidupan yang selalu berjalan tenang dan nyaman. Hari ini kita diajak untuk belajar meyakini bahwa ada hikmah di balik setiap peristiwa yang terjadi.

Pemahaman

  • Ayat 1-3         : Apa yang membuat bangsa Israel mengalami sukacita?
  • Ayat 4-6         : Apa yang menjadi harapan umat Tuhan ketika mereka berjalan pulang dari Babel menuju Israel?

Mazmur 126 mengungkapkan kehidupan umat Israel yang telah dibebaskan dari Babel oleh karena pertolongan Allah. Mereka yang hidup menderita di tanah pembuangan, akan bersiap pulang ke tanah perjanjian. Umat Israel yang akan mengakhiri masa sengsaranya, merasa bahwa apa yang mereka alami seperti sebuah mimpi (ayat 1). Oleh sebab itu, umat bersorak-sorai dan bersukacita sebab Tuhan Allah telah melakukan perkara yang besar kepada mereka (ayat 3). Namun di tengah sukacita yang meluap dalam diri mereka, ternyata ada kenyataan lain yang harus dihadapi. Ketika umat Israel berjalan pulang hingga sampai di tanah perjanjian, mereka justru berjumpa dengan ‘kesengsaraan yang lain’. Mereka harus menyaksikan kondisi tempat yang mereka tinggalkan telah hancur berantakan. Bahkan di tengah sukacita yang dirasakan, mereka harus menahan duka dan memerlukan pemulihan.

Melihat bahwa sukacita karena pembebasan sangat kontras dengan kenyataan yang dihadapi ketika kembali ke tanah perjanjian, bangsa Israel memohon belas kasih dari Allah (ayat 4). Meskipun mereka mengalami kesedihan, peristiwa pahit yang dialami tidak akan membuat mereka berhenti menabur benih-benih pengharapan (ayat 5). Umat Tuhan juga belajar untuk menemukan hikmah di balik setiap peristiwa dengan tidak menengok ke belakang dan melainkan berjalan maju untuk mulai memulihkan keadaan (ayat 6). Saudara, melalui Mazmur 126 kita diajak untuk merenungkan bahwa ketika kita melibatkan Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan, maka kita akan menemukan hikmah di balik setiap peristiwa dan meyakini bahwa Tuhan sediakan masa depan yang terbaik bagi setiap umat yang sungguh-sungguh memohon belas kasih-Nya.

Refleksi
Selalu ada pasang surut dalam kehidupan. Pada kondisi demikian, sikap manakah yang seringkali menghampiri kita: Apakah meratapi yang telah terjadi dengan penuh penyesalan? Ataukah justru tetap berjalan maju, menemukan hikmah di balik setiap peristiwa, serta menabur benih pengharapan? Saudara, di balik setiap peristiwa yang terjadi, ada nikmat Tuhan yang tersedia bagi umat yang sungguh-sungguh memohon belas kasih-Nya.

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanku untuk menemukan hikmah di balik setiap peristiwa yang terjadi. Ajarku untuk melibatkan Engkau dalam seluruh aspek kehidupanku.

Tindakanku

  • Aku akan belajar untuk tidak meratapi masa lalu dengan penuh penyesalan, tetapi berjuang untuk bangkit menabur benih pengharapan pada Tuhan.
  • Aku akan belajar untuk lebih berhati-hati dalam menjaga kehidupan, agar apa yang terjadi di masa lalu tidak terulang kembali di masa yang akan datang.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«