suplemenGKI.com

Yesaya 35:1-4

Keselamatan: Menjadikan Semuanya Bersukacita

Pengkhotbah Henry Moorhouse, sangat suka berkhotbah dari Yohanes 3:16. Suadara pasti tahu isi dari ayat tersebut bukan. Yang membuat Henry Moorhouse sangat suka mengkhotbahkan ayat tersebut adalah karena ada kata “Setiap Orang” Ia menekankan bahwa siapa saja termasuk di dalam kata tersebut. Menurut dia, istilah Siapa Saja, menyatakan dengan jelas bahwa semua orang dan setiap orang yang percaya kepada Kristus akan diselamatkan, dan karena termasuk pada kumpulan yang diselamatkan maka ia pasti bersukacita. Sebuah tim sepak bola dalam suatu pertandingan berhasil memenangkan pertandingan, maka semua anggota tim yang terdiri dari sekian orang itu dinyatakan sebagai pemenang. Dengan kata lain setiap orang yang termasuk dalam tim itu adalah pemenang, dan mereka bersukacita bersama.

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

1.      Apa yang saudara pahami tentang penggunaan istilah “Padang gurun, padang kering dan padang belentara” dalam ayat 1?

2.      Apa yang saudara pahami tentang penggunaan istilah “Bunga Mawar, kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan saron” dalam ayat 2?

3.      Apakah saudara menemukan alasan tentang ajakan penulis untuk bersaksi dalam bentuk menguatkan orang lemah-lesu dan hati yang tawar!

4.      Coba sudara berefleksi, apakah yang akan saudara lakukan ketika mengetahui bahwa saudara termasuk dalam hitungan setiap orang yang telah diselamatkan!

Renungan:

Penulis membuka Yesaya 35 ini dengan memunculkan tempat-tempat yang mempunyai konotasi kurang menyenangkan, yaitu padang gurun, padang kering dan padang belentara, untuk menggambarkan suatu keadaan yang menderita, tidak nyaman, tidak ada sukacita dan penuh penderitaan serta kesulitan. Keadaan semacam itu jelas tidak disukai oleh setiap orang. Kita ingat bagaimana umat Israel bersungut-sungut ketika mereka berjalan mengembara di padang gurun yang tandus, kering dan belantara.

Namun semuanya akan berubah menjadi bergirang, bersorak-sorai dan berbunga-bunga  ketika keadaan itu dapat dilewati dan setiap orang diperkenankan menikmati kelepasan dari situasi yang sulit dan membelenggunya itu. Bagaimana dengan ungkapan bahwa keadaan menjadi seperti bunga mawar, kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron. Hampir semua orang senang melihat bunga mawar karena keindahan dan semerbak harumnya. Dan jika dikaitkan dengan Libanon, Karmel dan Saron, itu adalah tempat-tempat yang terkenal dengan kelebihan dan kekuatannya. Libanon tempat yang subur penghasil kayu yang baik, Karmel menggambarkan suasana syallom, Saron tempat yang dari pandangan mata lembah yang subur dan indah.

Perubahan dari kondisi yang tidak menyenangkan menjadi menikmati keadaan yang serba indah itu pasti mendatangkan kesenangan dan penghiburan kepada mereka yang lemah-lesu dan hati yang tawar. Alasan satu-satunya yang membuat kita bisa bersukacita dan bersorak sorai adalah karena kita sudah termasuk dalam kumpulan orang-orang yang sudah diselamatkan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Biarlah kehadiran kita di manapun juga menyatakan bahwa kita sudah diselamatkan dapat menguatkan, menghibur mereka yang lemah dan berbeban berat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*