suplemenGKI.com

Senin, 6 April 2020

05/04/2020

KASIH SETIA TUHAN

Mazmur 36:6-11

 

Pengantar

“Hidup bisa memberi kita seratus alasan untuk menangis, tetapi Tuhan memberi kita seribu alasan untuk tersenyum”

Ungkapan di atas mengingatkan bahwa seringkali manusia diperhadapkan dengan realita hidup yang tidak sesuai dengan harapan. Kita mendambakan hidup yang nyaman dan jauh dari segala mara bahaya, tetapi pada kenyataannya tidaklah demikian. Adakalanya, kita pun turut bergumul dengan perlakuan orang lain yang kurang baik dan jahat pada kita. Sehingga hal itu membuat kita marah, kecewa, dan tak mampu berbuat apa-apa. Dalam kondisi demikian, siapakah yang kita harapkan untuk datang dan menolong?

Saudara, Daud adalah salah satu tokoh Alkitab yang turut melihat dan merasakan perlakuan jahat orang lain terhadap sesama, bahkan terhadap dirinya. Bagaimanakah sikap Daud dalam situasi demikian? Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 6             : Bagaimanakah sikap Daud ketika ia melihat dan merasakan perlakuan orang fasik terhadap sesamanya?
  • Ayat 7-10       : Bagaimanakah wujud kasih setia Tuhan kepada umat-Nya?

Mazmur 36 ini ditulis oleh Daud ketika ia melihat, mengalami dan merasakan kejahatan orang-orang di sekelilingnya. Jika kita perhatikan di ayat sebelumnya (ayat 2-5), Daud menuliskan betapa dosa itu menguasai hati dan pikiran manusia. Manusia tidak lagi dikuasai oleh akal sehat dan Allah tidak lagi dihormati, melainkan mereka merancangkan kejahatan terhadap sesamanya. Bahkan nyawa Daud pun terancam oleh tingkah laku orang-orang yang berbuat jahat. Oleh karena itu, Daud tidak ingin hanyut dan meratapi keadaan tersebut. Daud bangkit dan mengarahkan pandangannya pada kasih setia Tuhan (ayat 6). Daud menggambarkan kasih Tuhan yang tingginya sampai ke langit, dan setia-Nya yang tinggi sampai ke awan. Hal ini hendak mengungkapkan kasih setia Tuhan yang tak terhingga dan tak berkesudahan

Kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan itu diwujudkan dalam berbagai hal: keadilan Tuhan yang begitu kokoh dan tak dapat digoncangkan oleh situasi apapun (ayat 7a), pemeliharaan Tuhan terhadap umat ciptaan-Nya (ayat 7b-9), serta kehidupan dan terang dari Tuhan sendiri akan menuntun hidup umat-Nya (ayat 10). Wujud kasih setia Tuhan itu telah membuat Daud terpesona dan bersukacita, sehingga ia berkata , “Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah!” (ayat 8a). Daud sungguh-sungguh mengalami pengenalan akan betapa tingginya kasih setia Tuhan di masa-masa sukar. Oleh sebab itu ketika ia mengalami dan merasakan kasih setia Tuhan, ia pun turut menaikkan doa syafaat agar Tuhan selalu memberikan kasih setia-Nya pada setiap orang yang mengenal dan bergaul karib dengan-Nya (ayat 11).

Refleksi
Berdiam diri-lah sejenak. Ingatlah kembali: Dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, apakah saudara telah mengarahkan hati pada kasih karunia Tuhan ataukah justru tenggelam dalam persoalan sehingga menyalahkan Tuhan? Saudara, libatkan Tuhan dalam seluruh aspek hidup kita, yakinlah bahwa kasih karunia-Nya akan memampukan kita untuk bersikap bijak dan dewasa dalam menghadapi setiap pelik kehidupan.

Tekadku
Tuhan, aku mau bersyukur untuk kasih setia-Mu. Ajarku untuk selalu menghidupi kasih setia-Mu dengan hidup takut akan Engkau.

Tindakanku
Mulai hari ini aku akan belajar melihat segala persoalan yang terjadi dari sudut pandang yang positif dan mengarahkan hati pada kasih setia Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«