suplemenGKI.com

Senin, 6 April 2015

05/04/2015

Kisah Para Rasul 4:32-35

BERBAGI HIDUP

 

PENGANTAR
Benarkah ungkapan yang menyatakan bahwa memberi lebih baik daripada menerima?  Atau benarkah setiap orang yang memberi pasti akan menerima?  Mari kita belajar dari kehidupan jemaat perdana, yang mau memberi dan berbagi hidup.

 

PEMAHAMAN

Ayat 32: Apa yang menjadi tekad/komitmen jemaat perdana dalam hidup bersama?

Ayat 33: Berita apa yang para rasul sampaikan?

Ayat 34: Bagaimana kondisi jemaat digambarkan di bagian ini?

Bagi kebanyakan orang, hidup bersama itu mudah atau susah?

Hal apa saja yang dibutuhkan dalam membangun hidup bersama?

Pertanyaannya, mengapa seseorang mudah memberi dan berbagi?  Apakah karena dibalik tindakan memberi ada pengharapan bahwa mereka pasti akan menerima?  Dengan demikian hal itu, menerima, menjadi motif tersembunyi dibalik tindakan memberi?  Semuanya berpulang kepada pribadi.  Orang lain tidak ada yang tahu pasti, apa motif yang melatarbelakanginya.  Namun bila sikap memberi tersebut  kita kaitkan dengan konteks bacaan hari ini, dengan mudah kita menemukan jawabannya.  Ayat 32 menegaskan bahwa kumpulan orang yang dimaksud adalah “yang telah percaya” dan “mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah” (ayat 33).

Artinya perubahan konsep atau keyakinan hidup karena pertobatan serta pengenalan kepada Yesus Kristus mengubahkan hidup mereka, dari yang semula fokus pada kebutuhan diri, menjadi kerinduan untuk berbagi kepada sesama.  Kuasa Roh Kudus dibalik pertobatan merekalah yang menggerakkan mereka untuk terus hidup dalam dan bersaksi tentang kasih karunia Allah yang telah menyelamatkan.  Bahkan mereka dengan sukacita berkenan membuktikan pengalaman kasih Allah melalui tindakan memberi.  Alhasil, “tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka” (ayat 34).  Semua bermula dari hati yang diubahkan Allah, sehingga ada dorongan kasih untuk memberi dan berbagi, bukan hanya tentang hidup yang telah diubahkan, tetapi juga berkat yang dialami dalam hidup.

Bagaimana keimanan kita hari ini?  Adakah pengalaman dikasihi Tuhan membuat kita senantiasa menyatakan syukur yang tiada henti?  Dalam masa raya Paskah ini, kiranya dapat menjadi sarana bagi kita untuk sekali merenungkan betapa besar dan luar biasanya kasih setia Tuhan.  Dia yang rela menderita, telah memberikan hidupNya agar kita bisa hidup.  Kiranya teladan Yesus membuat kita tidak lagi menunda kebaikan.  Sebab dibalik kebaikan kita, ada orang lain yang hidupnya akan tertolong.  Mari berbagi hidup.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Seharusnya pengalaman dikasihi Tuhan menjadi dasar dan dorongan bagi kita untuk bertindak menyatakan kasih kepada sesama.

TEKADKU
Tuhan tolong ingatkan dan mampukan aku untuk selalu rindu memberi dan berbagi kepada sesamaku.

TINDAKANKU
Hari ini aku mau menyatakan pengalaman imanku melalui tindakan kasih yang memberi kepada …………..

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«