suplemenGKI.com

SAAT KU TAKUT

I Raja-raja 19:1-8

 

Pengantar
Siapa yang tidak pernah takut? Ada banyak hal yang bisa membuat kita takut seperti terorisme, tingginya angka kejahatan, bencana alam serta penyakit mematikan. Takut merupakan reaksi alamiah yang bisa dihadapi semua orang ketika menghadapi bahaya. Namun bila orang membiarkan dirinya dikuasai ketakutan, maka dia akan kehilangan gairah kehidupan. Bila demikian, apakah yang perlu kita lakukan saat dilanda ketakutan?  Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1-2  : Mengapa Elia dilanda ketakutan?
  • Ayat 3-4  : Seberapa parahkah ketakutan yang dialami Elia? Apakah yang dilakukan Elia saat dikuasai ketakutan?
  • Ayat 5-8  : Apakah yang dilakukan TUHAN saat melihat Elia dalam ketakutan?

Setelah Izebel menerima berita bahwa nabi-nabinya telah dibunuh Elia, dia menjadi sangat murka. Maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia. Izebel pasti bersungguh-sungguh dengan semua ancamannya dan bermaksud menghukum berat Elia. Inti dari pesan yang disampaikannya ialah bahwa ia akan membunuh Elia seperti Elia membunuh nabi-nabinya. Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya ke Bersyeba. Bersyeba adalah kota paling selatan dari Yehuda. Elia melarikan diri dari kerajaan utara memasuki kerajaan Yosafat yang lebih ramah. Ia meninggalkan bujangnya di sana dan Elia masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya. Ia memasuki padang gurun Negeb yang ada di selatan Yehuda. Di sini Elia minta mati. Tampaknya Elia takut  dan putus asa saat menyadari kematiannya ada di depan mata.

Syukurlah ALLAH tidak membiarkan Elia mati dalam ketakutan. ALLAH memberikan makanan dan minuman, tanda pemeliharaan-Nya. ALLAH tidak membiarkan Elia putus asa.  Makanan dan minuman menjadi alat ALLAH untuk menguatkan dan meneguhkan Elia. ALLAH membangunkan Elia agar ia bangkit dan bersemangat untuk melanjutkan perjalanan. Elia menyadari bahwa ada ALLAH yang hadir dan kuasa ALLAH lebih dari kuasa Izebel. Maka Elia pun mendengarkan apa yang dikatakan TUHAN dan taat pada perintah-Nya.

Refleksi
Dalam keheningan, ingatlah kapan terakhir kali Saudara takut? Apakah Sudara merasakan kehadiran TUHAN yang menguatkan pada saat itu? Sesungguhnya TUHAN tak pernah meninggalkan hamba-hamba-Nya. Ia selalu hadir memelihara dan memberi pertolongan. Apakah Saudara dapat mengimani hal itu? 

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk selalu percaya akan kehadiran-Mu yang memberi pertolongan agar ketakutan tidak menguasai pikiranku.

 

Tindakanku

  • Setiap kali menikmati makanan dan minuman, aku akan selalu mengingat dan mensyukuri kehadiran TUHAN yang memelihara hidupku.
  • Dalam setiap kesulitan yang kuhadapi, aku akan terus belajar mempercayakan hidup pada TUHAN yang kuasa-Nya lebih besar daripada kesulitan dan persoalan
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«