suplemenGKI.com

TUHAN YANG SETIA, SEDIA MENGAMPUNI

Keluaran 32 : 7 – 14 

Pengantar
Ketika seseorang atau sekelompok orang melakukan kesalahan atau melanggar hukum dalam sebuah lembaga atau masyarakat maka sudah sewajarnya mendapatkan hukuman. Dalam ungkapan lain, sebuah pelanggaran tentu akan ada konsekuensinya. Ini adalah sebuah bentuk pertanggungjawaban hidup. Demikian juga dalam kehidupan umat TUHAN, ada jalan yang harus diikuti dengan setia. Jika umat TUHAN berlaku tidak setia maka ada konsekuensi yang seharusnya ditanggungnya. Tapi bagaimana rancangan TUHAN terhadap umat-NYA yang berlaku tidak setia dan realisasinya? Mari kita memperhatikan apa yang dinyatakan dalam Keluaran 32 : 7 – 14.

Pemahaman

Ayat  7 – 10         :  Apa yang dikatakan ALLAH kepada Musa?

Ayat  11 – 13       :  Bagaimana tanggapan (baca: permohonan) Musa terhadap perkataan TUHAN?

Ayat  14                :  Apa hasil dari permohonan Musa?

TUHAN berfirman kepada Musa tentang keberadaan bangsa Israel yang telah rusak lakunya dan menyimpang dari jalan yang diperintahkan-NYA. Mereka telah membuat anak lembu tuangan dan sujud menyembahnya, serta mempersembahkan korban dengan menyerukannya sebagai allah yang menuntun keluar dari tanah Mesir. Mereka adalah bangsa yang tegar tengkuk dan karena itu ALLAH merancangkan kebinasaan atas mereka, kecuali Musa.

Musa menanggapi firman TUHAN itu secara serius, dan mencoba melunakkan hati TUHAN, yang telah membawa umat-NYA keluar dari Mesir dengan kekuatan yang besar dan tangan yang kuat, serta mengingat akan perjanjian ALLAH dengan Abraham, Ishak, dan Israel (Yakub). Musa memohon agar ALLAH berbalik dari murka-NYA dan menyesali malapetaka yang dirancangkan kepada umat-NYA.

Dalam ayat 14 dinyatakan bahwa TUHAN menyesal akan malapetaka yang dirancang-NYA atas umat-NYA. Hal ini menunjukkan betapa TUHAN adalah ALLAH yang sangat berkasih setia. ALLAH yang tidak saja memperhatikan kelemahan dan dosa umat-NYA tapi yang mengingat akan perjanjian kasih-NYA. Dan bahwa kepedulian Musa kepada bangsa yang dipimpinnya juga menjadi teladan seorang pemimpin yang tidak hanya memikirkan keselamatan diri sendiri.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan keberadaan hidup kita.

  • Apakah kita pernah berlaku tidak setia kepada TUHAN?
  • Apakah kita tetap berpengharapan akan kasih setia TUHAN seperti Musa?
  • Apakah kita sedia menjadi orang yang memikirkan keselamatan orang lain?

 

Tekad
TUHAN, buatlah aku sadar akan dosa ketidaksetiaanku kepada-MU, dan teguhkan iman percayaku kepada-MU, serta berbalik kepada TUHAN, memohon belas kasih-MU.

Tindakanku
Mulai hari ini, saya berusaha lebih memberi perhatian kepada orang lain, dan membawa mereka pada jalan kebenaran TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*