suplemenGKI.com

Kejadian 50:1-14

Bukan Mengingini, tapi Menghadapi Kematian 

Kematian adalah suatu hal yang tidak dapat dihindarkan. Oleh sebab itu kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Mempersiapkan diri menghadapi kematian tidaklah sama dengan menginginkan kematian. Menginginkan kematian berarti melarikan diri dari kehidupan, tidak sanggup mempertanggungjawabkan kehidupannya. Dalam perenungan hari ini, kita melihat bagaimana respon orang terhadap kematian seseorang yang sudah mempersiapkan diri  menghadapi kematian.

-  Pernahkah Saudara membicarakan tentang kematian Saudara dengan keluarga atau kerabat Saudara? Apa saja yang Saudara bicarakan

-  Apakah yang akan dilakukan oleh orang-orang yang berada di sekitar Saudara saat Saudara meninggal nanti?

-  Tindakan apa sajakah yang dilakukan Yusuf untuk mengungkapkan kasihnya kepada Yakub? Mengapa? Coba jelaskan!

Renungan

Dalam sebuah rangkaian acara kedukaan, pernah ada orang yang berucap, “Apapun yang kita lakukan terhadap orang yang sudah meninggal, tidak akan mempengaruhi perasaan orang tersebut”. Kenyataannya memang orang meninggal tidak bisa merasakan apa-apa, sehingga apapun yang kita lakukan tidak akan dapat mempengaruhi perasaan orang yang sudah meninggal itu. Namun demikian, apakah itu berarti bahwa kita dapat bertindak seenaknya saja terhadap jasad orang yang sudah meninggal? Yusuf tidak berbuat demikian. Sebaliknya, Yusuf memberikan yang terbaik. Hal ini nampak dari beberapa tindakannya.

Pertama, Alkitab mencatat bahwa Yusuf merebahkan dirinya mendekap muka ayahnya serta menangisi dan mencium dia (ay. 1). Sebagai orang yang sudah meninggal, tentu saja Yakub tidak dapat merasakan dekapan serta linangan air mata Yusuf. Meskipun demikian, Yusuf tetap memeluk dan menangisi ayahnya. Hal ini menunjukkan kasih dan penghormatan Yusuf yang terakhir kepada ayahnya.

Kedua, Yusuf mengadakan perkabungan yang besar, baik sebelum penguburan maupun selama penguburan. Selagi tubuh Yakub dibalsam (= dimumi?), para penduduk Mesir berkabung selama tujuh puluh hari. Tentu bukan perkara mudah menyelenggarakan perkabungan selama itu. Tapi Yusuf tetap melakukannya, sekalipun Yakub tidak dapat merasakannya.

Ketiga, Yusuf melakukan penguburan dengan baik. Yusuf tahu bahwa Yakub ingin dikubur di gua Makhpela, Kanaan, sebagaimana yang diungkapkan Yakub ketika masih hidup. Dan Yusuf berjanji untuk memenuhi keinginan tersebut. Tentu butuh waktu untuk menuntaskan pemakaman yang di luar negeri itu. karenanya, Yusuf melakukan pembalsaman semaksimal mungkin. Ia memerintahkan kepada tabib-tabib, yaitu hamba-hambanya, untuk merempah-rempahi mayat ayahnya (ay. 2) sesuai dengan proses yang seharusnya, agar pembalsaman itu benar-benar memberikan hasil yang maksimal.

Seandainya Yusuf tidak menangis dan juga tidak melakukan perkabungan yang besar, serta melakukan pembalsaman secara asal-asalan, pasti Yakub yang sudah meninggal itu tidak dapat melakukan protes. Akan tetapi Yusuf melakukan semuanya dengan sebaik mungkin, karena semua itu merupakan perwujudan kasihnya kepada sang ayah. 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*