suplemenGKI.com

Bacaan : 2 Raja-raja 2 : 1 – 12

Mempersiapkan seorang pelayan Allah

PENGANTAR
Elia dikenal sebagai salah satu nabi besar dalam Perjanjian Lama. Banyak mujizat yang dilakukannya mencengangkan bangsa Israel maupun non Israel. Contohnya, Elia mengalahkan ratusan nabi baal di gunung Karmel. Elia seorang nabi yang lebih suka bertindak, pada masa Israel  jatuh ke dalam penyembahan berhala. Ia ingin berusaha agar hukum Allah tetap terpelihara. Ia harus selalu tampil sebagai pejuang yang memperjuangkan kehormatan Allah. Namun setelah sekian lama Elia berjuang melayani Tuhan, tibalah waktu bagi Elia untuk pensiun dari pelayanan di dunia ini, dimana Tuhan sendiri yang memberitahu kepada Elia tentang kematiannya.  Seperti apa proses Elia melepaskan jabatan kenabiannya ? Marilah kita menyimak renungan hari ini dengan seksama.

PEMAHAMAN

  1.  Menjelang Elia diangkat Tuhan, mengapa Elisa selalu mengikutinya, padahal Elia memerintahkan Elisa untuk tinggal ? apa yang membuat Elisa begitu gigih menemani gurunya ? ( ayat 2, 4, 6 )
  2. Apa Tujuan Elia pergi ke tempat pendidikan nabi di Betel, Yerikho dan Gilgal ? ( ayat 3,5,7 )
  3. Bagaimana Elia mempersiapkan Elisa sebagai penggantinya ? ( ayat 9 – 12 )

Elisa menyadari bahwa sebagai seorang murid yang paling dekat dengan gurunya ( Elia )  ada kemungkinan besar dirinya dipilih Allah menggantikan Elia sebagai nabi. Untuk itu Elisa memerlukan kuasa Allah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai nabi Allah. Sehingga Elisa berkeinginan mengikuti gurunya ke manapun Elia pergi.  Paling tidak ada tiga tempat yaitu Betel, Yerikho dan Gilgal/seberang sungai Yordan yang dikunjungi Elia sebelum ia terangkat ke sorga. Ketiga tempat tersebut merupakan tempat pendidikan nabi-nabi Israel. Elia memperkenankan Elisa mengikuti ke tempat pendidikan nabi tersebut supaya ketika  Elisa nanti dipilih menjadi penggantinya maka semua rombongan nabi-nabi itu akan mudah menerima Elisa sebagai penggantinya. Rombongan para nabipun mengetahui bahwa nabi Elia akan dipanggil Tuhan. Untuk itulah maka Elisa sadar bahwa untuk menjadi seorang nabi harus memiliki kuasa Allah. Oleh sebab itu   Elisa meminta kepada Elia dua bagian dari roh Elia ( 9 ). Bagi Elia permintaan tersebut adalah mustahil, artinya hanya Allahlah yang berhak mengabulkan permintaan itu. 0leh sebab itu Eliapun mengajukan syarat yang mustahil juga. Dengan syarat tersebut Elia menyerahkan sepenuhnya kepada kedaulatan Allah. Jika itu adalah kehendak Allah maka Elisa akan dapat melihat Elia terangkat ke sorga ( 10 ). Akhirnya Elisa mendapatkan apa yang dimintanya yaitu jubah Elia ( ayat 11-12 ) yang merupakan simbol dari otoritas dan kuasa Allah. Itulah yang dibutuhkan Elisa dalam melayani Tuhan.

Betapa pentingnya kuasa Allah dalam sebuah pelayanan, sehingga pelayanan dapat berdampak menjadi berkat bagi umat. Dalam kisah para rasul 1 : 8 dikatakan “kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu”. Artinya bahwa setiap umat yang bersedia melayani Tuhan telah diberi kuasa oleh Allah untuk melayani-Nya, termasuk saya dan saudara.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan ! Tahukah saudara bahwa Tuhan telah memberi kuasa kepada saudara untuk melayani-Nya.

TEKADKU
Ya Tuhan saya membuka hati untuk menerima kuasa-Mu untuk menjadi saksi.

TINDAKANKU
Saya harus melayani Tuhan dengan mengandalkan kuasa-Nya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«