suplemenGKI.com

RESIKO BERJALAN DI LUAR JALUR

Yehezkiel 19:10-14

 

Pengantar
Suatu hari saya kena tilang. Saat itu saya kurang memperhatikan garis marka jalan. Di jalur jalan yang saya lewati kendaraan cukup padat sehingga perjalanan kurang lancar sebaliknya di sebelah saya ada jalur yang kosong. Tanpa pikir panjang saya keluar jalur untuk masuk ke jalur yang kosong itu. Ah, ternyata jalur itu untuk putar balik padahal saya mau lurus. Di depan, Pak Polisi siap menyemprit dan menghentikan saya. Kena tilang deh !

Dalam perjalanan hidup ini, terkadang kita juga kurang waspada dan tergoda untuk keluar jalur kehidupan yang telah TUHAN rancangkan. Marilah kita merenungkan perjalanan  hidup kita melalui bacaan Alkitab hari ini! 

Pemahaman

  • Ayat  10           : Siapakah yang dimaksud dengan kata “ibumu”?
  • Ayat 11-14       : apakah yang dialami oleh cabang kuat dalam ayat 11?
  • Ayat 14            : apakah yang sebenarnya diratapi oleh umat TUHAN?

Dalam bagian ini, bangsa Israel digambarkan sebagai ibu dari raja-raja yang kuat, seekor singa betina, dalam kekuasaan dan keagungan  (ayat 2). Namun Yehezkiel menyampaikan suatu ratapan atas kehancuran Israel yang diakibatkan oleh raja-rajanya sendiri. Sebenarnya TUHAN telah memerintahkan agar Israel taat, menyerahkan diri kepada Babel untuk menghindari pemusnahan. Tetapi mereka gagal sehingga harus dibuang bersama pemimpinnya ke Babel (bdk. Yer. 38: 20-23; 52:3). TUHAN menyatakan bahwa kehancuran Israel disebabkan oleh tindakan para pemimpinnya yang tidak mau taat kepada-Nya. Para raja sibuk mengikuti keinginan hatinya sendiri sehingga seluruh bangsa menjadi tidak taat dan ikut melawan TUHAN. Oleh karenanya TUHAN akan menyerahkan mereka ke tangan para musuh.

Hal itu digambarkan dalam ratapan yang kita baca hari ini. Pohon anggur yang tadinya amat subur dengan buahnya yang lebat telah layu, kering, bahkan dimakan api. Syair ratapan ini merupakan penyesalan karena apa yang terjadi atas bangsa Israel.

Ratapan ini juga memberi peringatan kepada kita, umat beriman  di masa kini, agar tetap menjadi umat pilihan ALLAH yang terus taat, mempersembahkan kehidupan dan karya sesuai dengan kehendak dan rancangan ALLAH. Teruslah berjalan taat di jalur yang TUHAN arahkan. Jangan berjalan keluar dari jalur jalan yang TUHAN siapkan! 

Refleksi
Dalam keheningan, buatlah satu garis lurus perjalanan hidup. Tuliskanlah tahun-tahun kehidupan yang menunjukkan Saudara pernah mengalami kegagalan dalam berjalan bersama TUHAN (tidak taat/terjatuh dalam dosa). Gambarkanlah itu dengan garis yang keluar jalur garis lurus sebelumnya. Ada berapa banyak garis keluar jalur yang menggambarkan ketidaktaatan Saudara? Silakan mengingat-ingat mengapa Saudara hidup di luar jalur TUHAN? Lalu silakan mohon ampun pada TUHAN dalam doa!

Tekadku
Ya TUHAN, mampukanlah aku hidup taat, sesuai dengan peran dan panggilan yang kau nyatakan kepadaku  sehingga hidupku tetap berada di jalur yang Engkau inginkan. 

Tindakanku
Setiap hari aku akan mengarahkan pandanganku pada TUHAN dengan hidup takut dan hormat kepada-Nya agar aku dapat hidup taat menjalankan peran dan tanggungjawabku di jalan yang DIA tunjukkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«