suplemenGKI.com

PEMELIHARAAN YANG MENGAGUMKAN (bagian 1)

1 Raja-Raja 17:7-10a

 

Pengantar
Ada seorang pemudi kristen yang akan pergi ke sebuah kota untuk melaksanakan tugas akhir sekolah. Namun pemudi ini mengalami keraguan dikarenakan ia tak memiliki uang untuk berangkat ke tempat yang dituju. Ia pun tak pernah membicarakan pada siapapun perihal kesulitan yang dialaminya. Sehari menjelang keberangkatan, ia masih bergumul dengan keuangan yang ada. Namun di malam hari menjelang tidur, ia mendapati sebuah amplop kecil yang di dalamnya berisi uang yang jumlahnya persis seperti yang diperlukannya. Di amplop tersebut juga terdapat tulisan : “Selamat Bertugas”, yang tak diketahui siapa pengirimnya. Saudara, kita pasti pernah mengalami dan merasakan bagaimana pemeliharaan Allah yang begitu luar biasa. Bahkan Allah juga bisa memakai siapa saja untuk menolong kita.

Pemahaman

  • Ayat 7             : Pada saat kapankah Tuhan menyuruh Elia untuk pergi ke Sarfat?
  • Ayat 9             : Mengapa Tuhan meminta Elia untuk pergi ke Sarfat?

Bagian yang kita baca hari ini merupakan kelanjutan dari seorang nabi yang bernama Elia, sedang berhadapan dengan raja Ahab, raja atas Israel. Ahab adalah seorang raja yang menyembah Baal, dewa pemberi hujan dan kesuburan.  Oleh karena itulah, Allah hendak menyatakan kuasa-Nya melalui pernyataan yang diucapkan oleh Elia, bahwa tidak akan ada embun atau hujan turun sampai Elia mengatakannya (17:1). Hal ini mengakibatkan seluruh Israel mengalami musim kemarau. Elia yang saat itu sesungguhnya sedang menyembunyikan kemarahannya di depan raja Ahab, disuruh Tuhan untuk bersembunyi di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan, dan minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak diperintahkan Tuhan untuk memberi makan Elia (17:3-5). Namun, Elia tidak dapat tinggal lagi di tepi sungai Kerit sebab setelah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering melanda, dan hujan belum juga turun (ayat 7). Di tengah kekeringan yang terjadi, Tuhan Allah bermaksud untuk menyatakan pemeliharaan-Nya pada Elia melalui seorang janda di Sarfat yang telah diperintahkan oleh Allah untuk memberi Elia makan (ayat 9).  Mungkin dalam benak kita pun bertanya-tanya: Mengapa Elia harus pergi ke Sarfat? Apakah tidak ada tempat lain bagi Elia untuk berlindung dan selamat dari kekeringan? Apa yang menjadi rencana Tuhan selanjutnya? Sarfat adalah kota kecil yang merupakan wilayah Sidon, yang didiami oleh para penyembah Baal. Jarak antara sungai Kerit dan daerah Sidon kurang lebih sejauh 100 mil atau 150 km. Elia tidak menolak atau melakukan tawar- menawar dengan Allah. Di ayat 10 a, ia segera melakukan apa yang Allah perintahkan kepadanya. Sebagai seorang abdi Allah, Elia percaya bahwa ada rencana Allah di setiap perintah-Nya. Di ayat-ayat selanjutnya kita dapat melihat bahwa Allah mengutus Elia bukan tanpa alasan. Tetapi Allah bermaksud untuk memelihara Elia dan janda di Sarfat yang sedang kekurangan.

Refleksi
Ada begitu banyak cara Tuhan untuk menolong dan memelihara umat-Nya, membuat kita bisa berdecak kagum. Dengan begitu banyaknya pemeliharaan yang Tuhan nyatakan, masihkah kita menjadi pribadi yang egois dan selalu mengeluh bahwa seolah-olah kita-lah yang paling menderita?

Tekadku
Tuhan, ampuni bila selama selama ini aku mengeluh akan ketidakberdayaan dalam hidup. Ajarku untuk tetap percaya akan kuasa-Mu di hidupku.

Tindakanku
Mulai hari ini aku mau belajar untuk tidak bersungut-sungut, melainkan tetap percaya pada Allah dalam berbagai situasi dan kondisi yang terjadi

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«