suplemenGKI.com

SENIN, 5 MEI 2014

04/05/2014

Kisah Para Rasul 2:42-47

PERJUMPAAN YG BERDAMPAK PADA KUALITAS HIDUP
(Bagian 1)

 

Pengantar
Setelah Tuhan Yesus naik ke sorga, Dia menggenapi janji-Nya mencurahkan Roh Kudus bagi para murid-Nya.  Para murid telah menerima pencurahan Roh Kudus (Kis.2:1-13).  Kuasa Roh Kudus  memberikan sukacita, semangat serta kemampuan dan keberanian untuk terus bersaksi (memberitakan Injil).  Salah satu contohnya adalah Petrus.  Petrus pernah menyangkal menjadi murid Yesus sampai 3 kali.  Dia tidak memiliki keberanian untuk mengakui sebagai murid Yesus.  Namun ayat 41 mengatakan “Orang-orang yang menerima perkataannya (Petrus) itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa”.  Oleh kuasa Roh Kudus, Petrus memiliki keberanian menyaksikan siapa Yesus.  Dan dari khotbah (pemberitaan Injil) yang dilakukannya maka ada kira-kira 3000 orang yang percaya Yesus .  Tuhan bekerja melalui para murid sehingga jumlah mereka terus bertambah.  

Pemahaman
Ayat 41-47 Bagaimana kehidupan orang-orang yang percaya Yesus saat itu? 
Apakah menjadi teladan yang baik?  Teladan hidup seperti apa yang mereka berikan?

Dalam Kisah para rasul 2:41-47 menunjukkan bagaimana cara hidup para murid dan orang-orang yang baru percaya Yesus (disebut sebagai ‘jemaat pertama/perdana/mula-mula’).  Dalam hidup sehari-hari orang-orang percaya menunjukkan teladan yang baik dalam hal: Mau bersekutu (koinonia) dengan tekun (ay.42).  Ayat 42 “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”.  Apa yang mereka lakukan ketika bersekutu bersama-sama?

- Belajar firman Tuhan.  Orang-orang percaya berkumpul di Bait Allah tiap hari untuk menerima pengajaran dari para rasul.  Mereka memiliki kemauan dan kerinduan untuk belajar firman Tuhan dengan sungguh-sungguh (tekun). 

- Berdoa.  Iman dan kecintaan kepada Tuhan ditunjukkan dengan selalu rindu berjumpa dengan Tuhan melalui doa.  Anggota jemaat pertama juga terdiri dari orang-orang Yahudi yang ketika menjadi percaya Yesus nereka memelihara jam-jam ibadah, datang ke Bait Allah setiap pagi, tengah hari dan petang hari (Kis. 3:1).  Mereka datang kepada Tuhan dalam doa-doa pribadi bersama-sama orang-orang percaya yang lain di Bait Allah.  Mereka bertumbuh dalam iman melalui doa.

Jemaat mula-mula memberi teladan bahwa setiap orang percaya seharusnya memiliki kerinduan bersekutu bersama saudara seiman untuk belajar firman Tuhan (mendengar pengajaran atau membaca firman secara pribadi untuk lebih mengenal Tuhan) dan berdoa. 

Refleksi
Berjumpa dengan Tuhan melalui pengajaran firman dan doa itu sangat penting bagi hati dan perilaku hidup kita.  Kualitas hidup kita sangat ditentukan apakah kita bersungguh-sungguh tekun dalam pengajaran firman Tuhan dan doa.  Bagaimana dengan kita?

Tekadku
Tuhan tolonglah aku agar selalu memiliki kerinduan untuk berjumpa dengan-Mu melalui firman yang bisa aku baca dan doa pribadiku.  Dan aku mau menunjukkan kualitas perjumpaanku dengan-Mu melalui sikap dan perbuatanku, memberi teladan hidup.

Tindakanku
Mulai hari ini aku menyediakan waktu untuk membaca firman-Nya dan berdoa setiap jam ……..   Dan aku mau berubah dalam hal ………… sebagai bukti perjumpaanku dengan-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»