suplemenGKI.com

Senin, 5 Maret 2018

04/03/2018

Bilangan 21:4-5

 

“Susah, Sulit, Sesal, Sedih”

Pengantar:
            Situasi tidak ideal memang sebuah realita yang sedang terjadi di dunia sekarang ini. Segala sesuatu tidak ada yang pasti, khususnya keadaan bangsa ini, rasanya semakin hari semakin rumit. Kerumitan itu bisa membuat orang mengalami 4S (Susah, Sulit, Sesal, Sedih) Dan tidak ada orang yang bisa menghindar atau lari dari kenyataan itu. Maka tidak sedikit orang yang kemudian bertanya: “mengapa situasi hidup ini begitu sulit, susah, sesal dan sedih? Situasi itulah yang sedang dialami oleh bangsa Israel dalam bacaan kita hari ini.

Pemahaman:

1)      Apakah yang dialami oleh bangsa Israel setelah mereka mengelilingi tanah Edom? (v. 4)

2)      Apakah yang dilakukan oleh bangsa Israel ketika mereka merasa 4S (v.5)

Situasi kehidupan memang sulit diprediksi, diperkirakan dan dibayangkan. Terkadang situasi kegembiraan, kebahagiaan dan menyenangkan yang kita alami bisa sangat cepat berubah menjadi situasi susah, sulit, sesal dan sedih. Itulah yang dialami oleh bangsa Israel dalam rangkaian perjalanan mereka setelah keluar dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan. Kontek Bilangan 21:4-5 adalah sebuah realita yang sangat ironis bagi bangsa Israel. Bayangkan saja, pada Bilangan 21:1-3, situasi mereka boleh dikatakan adalah situasi yang ideal, ada kegembiraan, kebahagiaan dan kesenangan. Bagaimana tidak, karena Tuhan telah menolong mereka untuk menaklukan orang-orang, kota-kota di sekitar Kanaan dengan kemenangan yang gemilang. Tetapi hanya selang beberapa waktu saja, ketika mereka berangkat dari gunung Hor berjalan ke arah laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, mereka segera menghadapi situasi yang kemudian membuat mereka mengalami 4S. Situasinya: mereka tidak mendapatkan air minum, dan hari-hari mereka hanya mengkonsumsi makanan yang hambar yaitu roti Manna dari Tuhan. Situasi demikianlah yang kemudian membuat mereka  kehilangan iman dan akal sehat sehingga bertengkar dengan Musa dan melawan Allah.

Situasi yang dirasa tidak ideal itu menyebabkan bangsa Israel begitu berani kepada Musa dan jelas itu secara tidak langsung terarah kepada Tuhan, walaupun situasi tidak ideal itu mungkin hanya sebagian kecil dari begitu banyaknya kegembiraan, kebahagiaan dan kesenangan yang telah mereka dapatkan dari Tuhan, namun situasi 4S itu telah membuat mereka menjadi lupa akan semua kebaikan Tuhan yang sesungguhnya tidak bisa dibandingkan dengan rasa haus, rasa makanan hambar yang sesungguhnya hanya sesaat. Mereka tidak mampu bersyukur atas begitu banyaknya kasih Tuhan hanya karena 4S sesaat.

Refleksi:
Renungkanlah sejenak, mungkin kita saat ini sedang mengalami situasi 4S, haruskah itu membuat kita melawan dan menuntut Tuhan yang telah sangat mengasihi kita?

Tekad:
Tuhan, ampuni saya jika karena situasi yang tidak ideal sesaat dalam hidup ini, saya kemudian berani melawan dan menuntut Engkau.

Tindakkan:
Belajar mengendalikan diri ketika mengalami situasi yang tidak ideal, supaya tidak sampai melawan Tuhan dan melupakan begitu banyaknya berkat Tuhan yang telah saya nikmati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«