suplemenGKI.com

Senin, 5 Juli 2021

04/07/2021

TAAT SESUAI NASIHAT

Yehezkiel 2 : 8 – 3 : 11 

 

Pengantar
Dalam banyak peristiwa dan pengalaman kehidupan, kita sering bersikap tidak seperti yang kita nasihatkan kepada orang lain, dan kita juga terkadang enggan atau bahkan gentar untuk menyampaikan nasihat kepada orang lain yang sikapnya tidak mudah dinasihati. Bacaan Alkitab pada hari ini, yaitu Yehezkiel 2 : 8 – 3 : 11 akan memperlihatkan kepada kita sebuah teladan dalam rangka menyampaikan perkataan-perkataan TUHAN kepada orang lain. 

Pemahaman
Pasal 2 ayat 8 – 10             :  Apa yang menjadi seruan TUHAN di awal penglihatan Yehezkiel?
Pasal 3 ayat 1 – 7               :  Apa yang diperintahkan TUHAN kepada Yehezkiel?
Pasal 3 ayat 8 – 11             :  Apa yang diperbuat TUHAN bagi Yehezkiel untuk pengutusan-NYA?

Yehezkiel melihat ada tangan memegang sebuah gulungan kitab yang terulur kepadanya, dan kemudian dibentangkan di hadapannya. Penglihatan Yehezkiel ini diawali dengan sebuah seruan dari TUHAN bahwa hendaknya Yehezkiel jangan memberontak seperti kaum pemberotak. Yehezkiel harus mengangakan mulut dan memakan apa yang diberikan TUHAN kepadanya. Penglihatan yang diawali seruan ini menunjukkan bahwa hendaknya Yehezkiel sebelum menyampaikan perkataan-perkataan TUHAN kepada orang lain, yang disebut sebagai kaum pemberontak, harus terlebih dahulu memiliki sikap hati yang benar, yaitu tidak bersikap memberontak kepada TUHAN.

Yehezkiel taat menjalankan perintah TUHAN. Ia memakan gulungan kitab tersebut dan pergi menemui kaum Israel untuk menyampaikan perkataan-perkataan TUHAN. Dalam hal ini, Yehezkiel tidak diutus kepada suatu bangsa yang berbahasa asing dan yang berat lidah. TUHAN menyatakan kepada Yehezkiel bahwa: “Sekiranya AKU mengutus engkau kepada bangsa yang demikian, mereka akan mendengarkan engkau, namun AKU mengutus engkau kepada kaum Israel, dan mereka ini tidak mau mendengarkan engkau, sebab mereka tidak mau mendengarkan AKU. Seluruh kaum Israel berkepala batu dan bertegar hati.” Jadi Yehezkiel harus siap berhadapan dengan kaum yang tidak memiliki sikap hati yang sama, yaitu kaum yang memiliki sikap hati yang tidak benar. Dan hal ini juga sering kita jumpai dalam kehidupan ini.

Dalam pengutusan ini, TUHAN meneguhkan hati Yehezkiel untuk melawan mereka yang berkepala batu dan membajakan semangat Yehezkiel untuk melawan ketegaran hati mereka. TUHAN meneguhkan hati Yehezkiel seperti batu intan, yang lebih keras dari pada batu. TUHAN memotivasi Yehezkiel agar jangan takut kepada kaum Israel dan jangan gentar melihat mukanya, sebab kaum Israel adalah kaum pemberontak. Dan untuk itu, Yehezkiel tetap diutus untuk pergi dan menemui orang-orang buangan, teman sebangsanya, serta berbicara kepada mereka bahwa: “Beginilah firman TUHAN ALLAH; baik mereka mau mendengarkan atau tidak.” Ini berarti, ketegaran atau kekerasan hati umat-NYA tidak membuat TUHAN meniadakan rencananya, walau akan ada penolakan. Dan kita tidak perlu takut akan orang-orang  yang hidup dalam ketidaktaatan, karena TUHAN beserta orang yang taat kepada-NYA.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita telah hidup dalam ketaatan pada perkataan-perkataan TUHAN?
  • Pernahkah kita menasihati orang lain tentang hal yang sesungguhnya tidak kita taati? 

Tekad
TUHAN, jadikan aku sebagai umat-MU yang taat pada setiap perkataan-MU.

Tindakanku
Dalam situasi pandemi Covid-19 dan di segala waktu, saya akan terus berupaya untuk berbagi nasihat yang bermanfaat bagi semua orang, termasuk kepada orang yang sulit untuk menerima nasihat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«