suplemenGKI.com

Yesaya 35:1-4.

 

Lihatlah, Allah Datang Untuk Memulihkan.

Pengantar:
Pada waktu saya masih duduk di bangku SMA, sekolah kami dipercayakan oleh pemerintah kabupaten untuk mengkoordinir program penghijauan terhadap sebuah lahan perbukitan yang gundul akibat pembakaran hutan. Pemerintahan kabupaten menyediakan kurang lebih seribu batang pohon akasia yang siap ditanam. Ketika semua sudah dipersiapkan, kamipun berangkat ke lokasi. Penduduk beberapa desa di sekitar lokasi berduyun-duyun menyambut kami. Kamipun memulai pekerjaan menanam pohon-pohon akasia itu. Berkat kerja sama dengan penduduk beberapa desa di sekitar lokasi, maka hanya dalam waktu dua hari pekerjaan itu pun selesai. Betapa senangnya kami dan penduduk di sekitar lokasi, karena tidak lama lagi perbukitan itu akan kelihatan hijau oleh tanaman akasia. Bacaan hari ini, berbicara tentang Allah memulihkan umat-Nya dari keterpurukan.

Pemahaman:

  1. Situasi seperti apakah yang digambarkan oleh penulis Kitab Yesaya 35:1-2?
  2. Apa yang hendak disampaikan oleh Penulis Yesaya bagi umat Israel melalui v.3-4?

Kata “padang gurun dan padang belentara” (v. 1) itu hendak menggambarkan keadaan umat Israel. Bangsa Israel adalah bangsa pilihan yang dikasihi Allah, namun ketika mereka hidup: tidak taat, tidak setia dan tidak dengar-dengaran terhadap perintah Tuhan, mereka harus mengalami pembuangan dan ditindas oleh bangsa kafir (28:1-2) Akibatnya mereka mengalami kekeringan, kegersangan dan ketandusan ibarat padang gurun dan padang belentara. Namun sesungguhnya itu adalah hukuman Tuhan atas kedegilan hati mereka.

Pada ayat 4c “Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan..” Bagi umat Israel yang sedang terpuruk, itu merupakan kabar gembira, berita kesukaan dan pengharapan bahwa pemulihan Tuhan akan datang atas mereka. Kedatangan Allah yang akan memulihkan keadaan mereka itu digambarkan sebagai padang gurun akan bergirang, padang belentara akan bersorak, kemuliaan Libanon akan diberikan, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan Tuhan semarak Allah kita, semua itu hendak menggambarkan bahwa Allah akan memulihkan umat-Nya dari keterpurukan karena dosa. Untuk itu sebagai umat Tuhan, mereka harus kembali untuk setia, taat dan dengar-dengaran terhadap perintah-perintah Tuhan, maka Tuhan akan menguatkan tangan yang lemah, meneguhkan lutut yang goyah, kuatkan hati yang tawar. Bagaimana dengan kita, adakah saat ini kita sedang terpuruk karena banyak masalah, pergumulan atau karena tindihan dosa? Tuhan akan datang untuk memulihkan kita, buka hidup bagi-Nya melalui dengar-dengaran akan perintah-perintah-Nya.

Refleksi:
Coba merenung sejenak, sudah seberapa jauh saudara telah terpuruk dalam pergumulan? Sekarang bukalah hati, menyongsong kedatangan-Nya untuk memulihkan keadaanmu.

Tekad:
Tuhan, di tengah-tengah keterpurukanku, aku siap menyambut hadir-Mu dalam hidupku.

Tindakkan:
Selama masa Adven ini, saya mau mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus untuk memulihkan keadaanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*