suplemenGKI.com
Saksi Kristus

Saksi Kristus

Yesaya 61:1-4

Diutus Menyampaikan Kabar Baik

Yesaya 61 ditujukan bagi bangsa Israel yang telah pulang ke Yerusalem dari pembuangan di Babel.  Bagian ini berisi janji Allah dimana Dia pasti menepati janji-janji-Nya, tetapi sekaligus berisi peringatan agar umat Allah terus menjalankan hidup benar di hadapan-Nya.  Jadi, bacaan ini terkandung dua unsur besar yaitu janji dan peringatan Allah.  Maka Yesaya 61:1-4 menunjukkan bagaimana Allah menepati janji-Nya dengan mengutus nabi Yesaya menjadi pewarta tentang kabar baik yang bertujuan agar umat-Nya yang telah kembali ke Yerusalem memiliki gairah dan semangat tinggi untuk hidup dalam perjuangan membangun kembali Yerusalem yang telah hancur.

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Bagaimana nabi Yesaya menyakini pengutusan Tuhan atas dirinya? (ayat 1)
  2. Berita apa saja yang harus Yesaya sampaikan? (ayat 1-3)
  3. Apakah pengutusan untuk menyampaikan kabar baik itu masih berlaku sampai hari?
  4. Bagaimana dengan saudara?  Apakah masih menyadari (= masih bersedia) bahwa setiap anak Tuhan adalah pewarta kabar baik?

 RENUNGAN

Ketika kita mengalami hidup susah atau kegagalan, maka siapapun kita pasti ingin cepat-cepat mengalami pemulihan.  Untuk menjalani hidup menuju sebuah pemulihan, pasti membutuhkan semangat, dukungan serta keyakinan bahwa hari esok akan lebih baik.  Itulah yang dialami bangsa Israel.  Pada bagian ini bangsa Israel pulang dari pembuangan di Babel dan sampai kembali di Yerusalem.  Namun mereka menjumpai Yerusalem telah hancur, sunyi, sepi, tinggal puing-puing yang tidak berarti banyak untuk memulai kehidupan.  Tembok Yerusalem terbakar habis, Bait Allah runtuh, tanah kering, tidak ada tempat tinggal yang nyaman dan tidak mempunyai pemimpin dalam pemerintahan yang bisa diteladani (ay. 4).  Melihat hal itu tentu saja bangsa Israel ciut hatinya, tidak bersemangat, putus asa, hanya bisa meratapi kemegahan Yerusalem yang telah hancur dan tidak tahu harus berbuat apa.  Gambaran orang Israel adalah ‘orang sengsara’, ‘remuk hati’, orang-orang tawanan’, ‘orang-orang yang terkurung’ (ay.1); ‘orang berkabung’ (ay.2).  Itulah keadaan bangsa Israel.

Di tengah-tengah situasi seperti itu Yesaya diutus Tuhan untuk menyampaikan kabar baik yaitu janji pemulihan Tuhan.  Sekaligus Yesaya diutus menjadi pemimpin Ilahi yang menuntun Israel masuk dalam perjalanan menuju pemulihan Tuhan.  Yesaya memiliki keyakinan pengutusan Tuhan atas dirinya (ay.1).  Yesaya menyakini Roh TUHAN yang dicurahkan dalam dirinya itulah yang memampukan dia untuk mengajak Israel bangkit.  Apa yang menjadi tugas Yesaya di tengah-tengah umat-Nya? Yesaya harus ‘menyampaikan kabar baik’, ‘merawat orang-orang yang remuk hatinya’. ‘memberitakan pembebasan’ (ay.1); ‘memberitakan tahun rahmat TUHAN’, ‘menghibur semua orang yang berkabung’(ay.2) dan memimpin membangun kembali Yerusalem (ay. 4).   

Yesaya bersedia diutus untuk mengajak umat Israel kembali semangat, bangkit membangun kembali Yerusalem dan menuntun secara rohani serta moral apa yang seharusnya diperbuat di hadapan Tuhan sebagai wujud bangsa yang telah dipulihkan.  Bagaimana dengan kita?  Di sekitar kita banyak orang yang hidup dalam kekuatiran, ketidakpastian, putus asa, penderitaan, hidup tidak bermoral bahkan tidak lagi merasakan kebaikan Tuhan.  Banyak orang membutuhkan kabar baik, janji Tuhan yang memulihkan bagi yang mau datang kepada-Nya.  Dan mereka membutuhkan bimbingan, arahan, pendampingan untuk bangkit menjalani proses pemulihan.  Bersediakah kita menjadi Yesaya pada jaman ini!

 Pengutusan Tuhan untuk menyampaikan kabar baik berlaku bagi setiap anak Tuhan pada jaman ini.  Sampaikan kabar baik dengan kebaikan dan ketulusan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

2 Comments for this entry

  • hery says:

    saya senang sekali dengan penjelasan tentang bangsa israel,

    Bagiaman implikasinya buat kita sekarang

  • Agustinus Kastanya says:

    Kita adalah Israel Perjanjian baru, sesungguhnya apa yang dijanjikan, sudah kita terima saat ini, yaitu buah-buah Roh kasih, damai sejahtera, sukacita, dll sdh kita rasakan. Kalau belum maka kerugiannya sangat besar. Karena itu segera temukan harta mulia, yang sdh Tuhan Yesus siapkan bagi kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«