suplemenGKI.com

Senin, 5 April 2021

04/04/2021

PERSEKUTUAN DAN KEPERLUAN

Kisah Para Rasul 4:32 – 35   

Pengantar
Dalam kehidupan kita di dunia ini, ada dua macam keperluan yang perlu dipenuhi, yaitu: keperluan rohani dan keperluan jasmani. Keperluan rohani itu menyangkut hal iman dan pengharapan kepada TUHAN yang harus selalu terpelihara dalam wujud relasi kasih dengan TUHAN Sang sumber kehidupan dan Penyelamat kita, juga relasi (suasana hidup) yang baik dengan segala makhuk. Sedangkan keperluan jasmani itu menyangkut hal pangan, sandang, dan papan, termasuk yang kita kategorikan sebagai keperluan primer, sekunder, atau tersier. Dalam Kisah Para Rasul 4 : 32 – 35 yang kita baca dan renungkan pada hari ini, kedua keperluan tersebut tampak terwujud dalam persekutuan hidup orang percaya. Jadi marilah kita memperhatikan sabda TUHAN ini agar dapat menerapkannya secara baik dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman
Ayat 32 – 33        :  Apa yang menjadi penghayatan hidup persekutuan orang percaya dan para Rasul?
Ayat 34 – 35        :  Apa tindakan konkret yang mereka lakukan?

Dalam ayat 32 dan 33, disampaikan bahwa kumpulan (persekutuan) orang yang telah percaya itu sehati dan sejiwa, serta menghayati (karena memiliki pemahaman) bahwa sesuatu segala dari kepunyaan masing-masing orang (anggota) adalah bukan miliknya sendiri, tetapi adalah kepunyaan bersama. Jadi ada kesediaan mereka untuk hidup berbagi atau memberi. Dan bahwa para Rasul juga dengan kuasa yang besar dari TUHAN, memberi (berbagi) kesaksian tentang kebangkitan TUHAN YESUS sehingga mereka semua hidup dalam kasih karunia TUHAN yang melimpah-limpah. Maka terlihat bahwa ada keperluan rohani yang terpenuhi, yaitu kesatuan hati dan jiwa serta ada iman dan pengharapan di dalam TUHAN YESUS yang bangkit dan melimpahkan kasih karunia bagi orang yang percaya kepada-NYA.

Sedangkan dalam ayat 34 – 35, dijelaskan bahwa keperluan jasmani bersama itu tercukupi karena adanya perbuatan konkret yang mereka lakukan, yaitu saling berbagi apa yang menjadi milik pribadi (berupa hasil penjualan harta milik) melalui para Rasul sesuai keperluan tiap-tiap anggota persekutuan.

Jadi hal yang dibagikan (saling berbagi) untuk keperluan hidup bersama kita adalah tentang kasih karunia TUHAN (sebagaimana disampaikan oleh para Rasul dengan kuasa dari TUHAN) dan perbuatan (teladan) hidup orang-orang percaya yang telah merasakan kasih karunia TUHAN itu dengan membagi milik kepunyaannya (juga diyakini berasal dari TUHAN) bagi sesama yang memerlukan.

Refleksi
Marilah kita berdiam diri sejenak dan mencoba merenungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apakah kita telah merasakan kepenuhan (bahkan kelimpahan) hidup secara rohani?
  • Apakah kita telah merasakan kecukupan hidup secara jasmani?
  • Apakah kita telah menjadi persekutuan hidup yang berbagi dengan sesama yang memerlukan?

Tekadku
TUHAN, jadikan aku sebagai umat-MU yang bersyukur atas terpenuhinya keperluan rohani dan jasmani dalam persekutuan hidup bersama TUHAN dan sesama.

Tindakanku
Dalam situasi pandemi Covid-19 dan di segala waktu, saya akan belajar untuk bertumbuh dalam hidup persekutuan yang makin baik dengan TUHAN dan sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*